Photography Day 2013 - Titik Nol Fotografi

PHOTOGRAPHY DAY 2013 - event fotografi april 2013 di Banjarmasin
Event Photography terbaru bulan April 2013 - Untuk merayakan hari photography yang dilaksanakan oleh perkumpulan komunitas komunitas Fotografi se Kalimantan yang pertama kali diadakan,dengan tema TITIK NOL PHOTOGRAPHY dan juga ada berbagai kegiatan di dalamnya.

yang ingin ikut berpatisipasi silahkan memahami persyaratan dibawah ini

TERBUKA UNTUK PELAJAR, MAHASISWA DAN UMUM
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SALAM JEPRET! Rekan-rekan FOTOGRAFER se-KALIMANTAN.

Sebuah EVENT FOTOGRAFI yang diselenggarakan oleh perkumpulan komunitas-komunitas fotografi di KALIMANTAN bertajuk :
  PHOTOGRAPHY DAY 2013 - TITIK NOL
Dengan tujuan silahrutahmi antar fotografer diseluruh KALIMANTAN, maka kami mengajak rekan-rekan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Insya ALLAH akan dilaksanakan pada :

A. WAKTU DAN TEMPAT
  • Hari, Tanggal : Minggu,28 April 2013
  • Pukul : 06.00 WITA s/d Selesai
  • Tempat : TUGU NOL BANJARMASIN (Depan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin)
B. RANGKAIAN KEGIATAN
  1. STREET HUNTING
  2. FOTO MODEL
  3. STREET GALLERY
  4. LOMBA FOTO
C. KONTRIBUSI PESERTA
  1. Peserta Non Pameran (kode: PD1) : Rp 20.000,-
  2. Peserta (kode: PD2) : Rp 35.000,- (free 1 space STREET GALLERY)
  3. Peserta (kode: PD3) : Rp 50.000,- (free 2 space STREET GALLERY)
D. CARA PENDAFTARAN

KETIK PD1/PD2/PD3_NAMA_DOMISILI
Contoh : (PD2_WAHYU RAMADHAN_TANJUNG)
kirim ke :
  •   081952876654 (ENAL)
  •   08972275646 (ANI)

E. PEMBAYARAN
Pembayaran via ATM
Berikut adalah tata cara pembayaran via ATM.
  1. Pembayaran via ATM dilakukan dengan menambah 3 digit nomor HP anda. misal WAHYULI FAHMI, 0812xxxxx541 maka transfer uang sebesar Rp 50.041,-
  2. Pembayaran dikirim ke rekening : BRI. 0003 010 33433 505 atau MANDIRI. 031 00 07147187 a/n ANDRI
  3. Segera lakukan konfirmasi setelah transfer.
  4. Bawa bukti transfer saat kegiatan untuk melakukan registrasi ulang peserta.
  5. Tidak ada pengembalian uang dikarenakan pembatalan dari peserta.
Pembayaran langsung
1. Pembayaran langsung silahkan hubungi panitia
=====================================================
F. PAMERAN FOTO
  • 1. Tema pameran adalah "KALIMANTAN KU" *Tidak ada pembatasan genre foto*
  • 2. Peserta telah melakukan registrasi
  • 3. Kirim foto dalam bentuk SOFTCOPY (HIGH QUALITY) Bebas Editting
  • 4. Foto yang dikirim sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku
  • 5. Foto dikirim via email ke borneophotographyday@gmail.com atau kirim ke alamat sekretariat kegiatan
  • 6. Foto akan dikurasi
  • 7. Apabila foto tidak lolos dalam kurasi akan ada pengembalian biaya registrasi dengan potongan sebesar Rp 20.000,- pada hari H
================================================
G. BATAS AKHIR PEDAFTARAN
  • 1. Batas pendaftaran sampai dengan tanggal 26 April 2013
  • 2. Khusus Peserta yang mengikuti pameran foto sampai dengan tanggal 20 April 2013
Follow @photography_day atau gabung di  PHOTOGRAPHY DAY 2013

Bagi teman-teman yang ingin bergabung silakan kontak no HP diatas tersebut.

Wisata Kayangan Di Kalimantan Selatan

Bukit kayangan pelaihari kalsel
Pernah membayangkan kalau tiba-tiba terdampar di kayangan, negeri para bidadari? Tak perlu meninggalkan dunia. Berliburlah ke Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel. Di sana Anda bisa melihat Kayangan! 

Jelas tidak harus meninggalkan dunia untuk melihat taman kayangan yang satu ini. Taman Kayangan di sini merupakan destinasi wisata, lebih tepatnya tempat rekreasi alam kebanggan warga Pelaihari.


Tempat wisata ini sebenarnya adalah sebuah bukit tinggi yang hampir menyerupai gunung. Taman Kayangan berlokasi sekitar 10 km dari Kota Pelaihari atau kurang lebih 60 km dari Banjarmasin. Ya, kalau menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. 

Saya pun sangat terkejut ketika melihat tulisan 'Wisata Kayangan'. Menurut cerita penduduk sekitar, dinamakan Kayangan konon dahulu banyak orang yang sering melihat kereta kencana atau kereta kayangan terbang dan menghilang di bukit ini. Oleh sebab itu, mereka menamakan wisata ini Kayangan.

Untuk masuk ke destinasi ini, pengunjung tidak dikenakan biaya sama sekali. Paling hanya biaya parkir sebesar Rp 2.000. Ada baiknya Anda ke sini menggunakan motor atau mobil karena dari gapura pintu masuk kita harus melewati jalan berkelok dan tanjakan yang cukup tinggi untuk sampai ke bukit Kayangannya.

Sepanjang menaiki bukit, di samping kanan dan kiri jalan tertata rapi pepohonan hijau dan rimbun khas perbukitan. Tiupan angin sepoi-sepoi langsung menyambut saya, mulai dari menginjakkan kaki di tempat parkir.

Dari parkiran, kita harus menaiki sejumlah anak tangga untuk naik ke puncak bukit ini. Pemandangan indah sudah mulai terlihat saat menaiki tangga. Ditambah di pinggiran jalannya tertanam bunga-bunga asoka yang bermekaran dan terlihat cantik.

Sampai di atas bukit, saya tidak merasa kalau sudah bukit yang cukup tinggi. Di atas bukit ini terdapat masjid kecil bertingkat dan jika kita naik ke bagian paling atas masjid, menggunakan tangga melingkar yang tersedia.

Kita baru bisa merasakan kalau Bukit Kayangan ini memang tinggi sekali! Bahkan ketika pulang, saya bisa melihat bukit ini dari kejauhan. Masjid ini memang berada di puncak bukit.

Di bagian paling atas masjid ini hanya terdapat sebuah tempat seperti menara pemantau. Dari sinilah, keindahan Kayangan benar-benar bisa dinikmati. Saya disambut dengan angin yang luar biasa kencang, seperti menampar pipi dan mengacak-acak rambut.

Sejauh mata memandang terhampar indah Kota Pelaihari dan kota-kota kecil di kejauhan. Berhektar-hektar perkebunan kelapa sawit dan perbukitan Kayangan menyelimuti sekitarnya.

Di kejauhan memang terlihat ada gunung, tapi saya tidak bertanya pada warga gunung apa itu. Dari atas sini saya juga bisa melihat jalanan yang berkelok, dengan motor dan mobil yang terlihat seperti mainan anak-anak.

Saya tidak menyangka, di provinsi yang panas ini dan kota yang katanya terkenal dengan tambang batu bara ternyata masih punya lahan perbukitan hijau nan asri. Cocok untuk bersantai dan memadu kasih dengan pacar. 

Saya pun terdiam sejenak, membiarkan angin yang semakin kencang menampar pipi dan mengacak-acak rambut. Dari ketinggian seperti ini, saya seperti berada di atas langit. Benar-benar seperti berada di Kayangan!

Rasanya mata ini langsung segar, setelah memandang hijaunya perkebunan dari atas Bukit Kayangan. Yang lebih uniknya, di pinggir bukit ini terdapat tulisan raksasa 'TANAH LAUT' mirip seperti tulisan 'Hollywood' di Hollywood Hills, Los Angeles, AS. Sayangnya, saya agak takut untuk berfoto di situ karena angin sedang kencang.

Selalu ada sisi indah di sebuah pulau. Walaupun sebagian besar sumber daya alamnya sudah dikeruk habis. Namun, sebagai generasi muda, saya hanya berusaha mencintai dan menjaga tempat-tempat wisata seperti ini.

Walaupun hanya sebuah tempat kecil, tapi masyarakat sekitar sangat menikmati menghabiskan akhir minggunya di sini. Coba tengok kota metropolitan seperti Jakarta. Masih adakah tempat di mana kita bisa melihat taman sehijau ini?

Sumber : http://travel.detik.com/read/2013/01/09/193547/2137788/1025/3/liburan-ke-negeri-kayangan-di-kalimantan-selatan#topart

Sultan Suriansyah | HUT Banjarmasin ke-486

Sultan Suriansyah | HUT Banjarmasin ke-486 - Hari ini Tanggal 24 September 2012 adalah hari jadi kota Banjarmasin yang ke-486, Ibukota Kalimantan Selatan.Saya Sebagai Seorang Warga Banjarmasin dan Juga Anggota Dari Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Di  HUT Banjarmasin yang ke-486 ini menceritakan Salah satu objek wisata sejarah yang ada di Banjarmasin Yaitu makam seorang pendiri kota Banjarmasin yakni Sultan Suriansyah yang sewaktu kecil dikenal dengan nama Pangeran Samudera.

Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin
Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin


Pertama kali saya menginjakkan kaki di area pemakaman yang tidak jauh dari Sungai Barito ini, Kita langsung disambut oleh banyaknya pengunjung yang datang guna berziarah Ke Makam Sultan Suriansyah ini. 
Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin


Pangeran Samudera diangkat menjadi raja pada tahun 1526 usai meraih kemenangan setelah memerangi penjajah dari kota yang dulu bernama Bandarmasih, 'Bandar' berarti pelabuhan sedangkan 'Masih' diambil dari kata 'uluh masih' yang berarti orang melayu, sehingga Banjarmasin dapat diartikan pelabuhan orang melayu. Kemenangan yang diraih oleh Pangeran Samudera ternyata tidak diraih dengan begitu saja, tetapi juga dibantu oleh Kerajaan Demak yang sewaktu itu mengutus Syekh Maulana Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Khatib Dayan. Atas bantuan tersebut akhirnya Pangeran Samudera yang sebelumnya adalah Hindu memutuskan untuk masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Sultan Suriansyah. Sedangkan tahun diangkatnya beliau menjadi raja dijadikan tahun berdirinya Kota Banjarmasin.

Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin


Beliau wafat tahun 1546 dan dimakamkan di lokasi pemakaman saat ini. Selain makam Sultan Suriansyah juga ada makam ibunda dari Sultan Suriansyah yang berdampingan dengan beliau. Khatib Dayan yang juga dianggap berjasa untuk kerajaan juga dimakamkan di area pemakaman tersebut bersama dengan pendakwah lainnya serta keluarga kerajaan seperti Pangeran Rahmatullah putra dari Sultan Suriansyah.

Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin
Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin


Hal menarik yang saya temui ditempat tersebut adalah keberadaan 'sumur keramat' yang disebut menjadi tempat Sultan Suriansyah mengambil air wudhu. Dari sumur yang konon tidak pernah habis airnya tersebut pengunjung yang berziarah kemudian meminum air sumur tersebut atau juga membawanya pulang untuk dipakai ketika mandi  karena dianggap dapat membawa berkah dan juga keberuntungan. Saya pun tergugah untuk mencobanya ketika ditawarkan oleh penjaga makam, hasilnya saya sama sekali tidak merasakan pahit atau bau yang tidak sedap seperti air sumur pada umumnya. Yah, tentunya juga sambil berdoa kepada Allah,




Masjid Sultan Suriansyah adalah Masjid tua dibangun pada masa Kerajaan Banjar Islam dan berdekatan dengan keraton, terletak ditepi sungai Kuin, saat ini lingkungan kawasan menjadi kawasan wisata tradisional .
Foto Mesjid Sultan Suriansyah Banjarmasin

Foto Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin


Makam ini lokasinya tak jauh dari Pasar Terapung di Kuin Cerucuk sekitar 10 menit perjalanan ke lokasi di daerah Kuin Utara. Sultan Suriansyah adalah pendiri kerajaan Banjar di tepian sungai Kuin dan Barito. Ini juga sebagai cikal bakal berdirinya Kota Banjarmasin tahun 1526. Beliau merupakan penguasa pertama yang memeluk agama Islam. Makamnya terletak di sebuah komplek pemakaman di Kelurahan Kuin Utara, di makam ini juga di makamkan Raja Banjar ke-2 dan ke 3 yaitu Sultan Rachmatullah dan Sultan Hidayatullah.


Makam  Sultan Suriansyah ini juga menjadi Benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh undang-undang no 5 tahun 1992 tentang benda cagar Budaya oleh kemnterian kebudayaan dan Pariwisata.

Nah Itulah Sedikit kisah tentang Sultan Suriansyah yang bertepatan dengan HUT Banjarmasin ke-486. Tak lupa Selaku Admin aziscs1.com mengucapkan" Selamat hari Jadi Kota Banjarmasin yang Ke 486 Semoga " , Semoga Warga Banjarmasin makin Makmur dan bahagia.

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan - Salah satu "Komunitas Blogger Di Kalimantan Selatan" adalah Blogger Banua walaupun sebelumnya sudah ada Komunitas Blogger lain yaitu Kayuh Baimbai. Pada kesempatan kali ini saya hanya berbagi sedikit pengalaman ngeblog saya semoga aja bermanfaat bagi kawan-kawan yang ingin jadi Blogger.
"Komunitas Blogger Kalimantan Selatan"
Ngeblog
Pada awal awal melakukan Blogging memang saya kurang begitu aktif karena terkendala koneksi Internet yang mana saya harus bolak balik warnet untuk sekedar Memposting artikel di Blog. karena harus Bolak balik dan membutuhkan dana yang agak besar ( waktu itu sekitar Rp.3500/jam ) membuat saya jadi malas untuk melakukan blogging, sehingga menyebabkan Blogku tidak begitu aktif.

Pada akhir tahun 2009 saya mulai aktif kembali melakukukan blogging dan saya mulai rajin lagi mempostingkan artikel. awal dari kebangkitan saya melakukan mengurusi Blog ini tidak lepas dari Masalah Koneksi Internet. Kenapa Koneksi Internet yang membuat hasratku untuk aktif kembali melakukan blogging, karena pada saat itu Fleksi mengeluarkan paket yang dinamakan FlexiNet Unlimited (Bukan Promosi Lo...) Paket ini menawaran Internet Unlimited murah dengan kartu CDMA Flexi. Dengan tarifnya yang cukup terjangkau untuk saat ini. bayangkan aja dengan pulsa Rp. 2500 Pengguna kartu flexi CDMA bisa browsing, surfing, chatting, akses Facebook,Twitter, Blogspot, Wordpress dan seluruh situs tanpa batas 24 jam penuh.

Pada awalnya untuk koneksi internet aku memakai HP cdma yang support buat modem Tapi sekarang Alhmadulillah aku sudah memiliki Modem sendiri, aku memakai Modem CDMA merk Speedup 3G yang aku beli di salah satu Toko Komputer di Banjarmasin. Dengan modem CDMA + paket internet unlimited dari fleksi menjadikan aku kembali aktif memposting artikel artikel di Blogku. Setelah kurang lebih dua bulan aku aktif mengupdate Blogku  itu membuat Traffic di Blogku mulai meningkat. Dengan meningkatnya Traffic di Blogku membuat semangatku Untuk Ngeblog ikut meningkat.

Seiring meningkatnya traffik sehingga berpengaruh juga terhadap penghasilanku dari blog ini, Dan dari penghasilanku ini aku juga sekarang  dapat membeli sebuah Top Level Domain yaitu .com. Dan Sekitar pertengahan Bulan Desember 2010 Blogku secara resmi berganti domain yang asalnya aziscs1.blogspot.com menjadi aziscs1.com. Dan Alhamdulillah Sampai sekarang Blogku ini mengalami peningkatan terus, baik itu trafik ataupun dari segi penulisan artikel.Banyak Ilmu Blogger yang kudapat dari teman-teman di Komunitas Blogger Kalimantan Selatan

Sebelumnya saya Ngeblog hanya sekedar hobi saja, sampai suatu ketika saya iseng iseng ikut lomba Blog di banjarmasin dan tak disangka saya juara 1 pada lomba tersebut. Selain dapat pengalaman berharga dari acara tersebut, itu juga menjadi awal saya bergabung di Komunitas Blogger Kalimantan Selatan yaitu blogger Banua.
Komunitas Blogger Kalimantan Selatan
Komunitas Blogger Kalimantan Selatan
Nah itulah sedikt pengalaman saya selama ngeblog dan bergabung di "Komunitas Blogger Kalimantan Selatan", sebenarnya masih banyaaaaaaaak lagi pengalaman yang menyenangkan lainnya tapi karena kurasa sudah agak terlalu Panjang jadi kusudahi saja sampai disini. Semoga bermanfaat bagi Teman-teman khususnya Bagi yang baru memulai ngeblog. Salam persahabatan...

Event blogilicious Banjarmasin 2012

Blogilicious Banjarmasin 2012  - Mengawali Bulan september ini saya akan memposting sebuah info buat para Blogger khususnya yang berasal Dari Kalimantan Selatan. nanti ada acara Blogilicious Banjarmasin 2012, tepatnya tanggal 8-9 September 2012 nanti.
 blogilicious Banjarmasin 2012
Event blogilicious Banjarmasin 2012

Apa itu Blogilicious ?
Blogilicious adalah sebuah event seminar dan workshop di 7 kota Indonesia dengan target 200 blogger yang bertujuan untuk mengajak anak muda Indonesia menjadi “positive blogger” yang menantinya akan menjadi ujung tombak pewarta positif (positive netizen) dalam dunia digital. Bebas konten porno, SARA dan negative lainnya.

Visi Misinya Blogilicious :
“Mengajak anak muda Indonesia menjadi “positive blogger” dan menjadikan ujung tombak dari bagian “positive netizen” yakni Gerakan Positif Blogging yang mewartakan hal-hal positif untuk Netizen (Internet Citizen/ Warga Digital) Indonesia dengan mengambil SEMANGAT dan NILAI PATRIOTISME Anak Muda Indonesia dimana untuk saat ini BLOGGER juga merupakan salah satu ujung tombak pemberitaan dan pencitraan”.
  • Mensosialisasikan pengetahuan tentang Etika Blogging, SEO dan Google Panda Algorythm, Mobile Blogging, Blogpreuner, Blog Monetizing dan Social Media.
  • Melatih blogger untuk lebih handal dalam Penulisan Artikel, Pengamanan Blog dan Design Template yang menarik.
  • Memanfaat blog sebagai lahan bisnis yang terutama bagi Blogger yang memiliki konten berkualitas.
  • Mengoptimasi blog yang mereview suatu produk yang ditugaskan oleh IDBlognetwork sekaligus membantu advertising apabila tulisan blog kita terindex Google dengan baik.

Blogilicious Banjarmasin akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 8-9 September 2012. Bertempat di Gedung Pramuka Jl. Mulawarman Banjarmasin.

Ayo buruan daftar secepat sebelum pendaftaran ditutup, Untuk biaya pendaftaran hanya Rp. 15.000,-
 Untuk pendaftaran online silakan buka http://blogilicious.bloggerbanua.com/pendaftaran
 Atau Daftar secara langsung  bisa datang ke sekre di :
 
Shuwit Phone , Jl. Sutoyo S No. 11 Rt. 023 Telaga Biru – Banjarmasin Barat Samping Gg.21, Samping Musalla Al-Amin Depan Mini Market 88


Blogilicious kali ini mengambil tema "CreativeBlog". Dengan ikut Event Blogilicious Banjarmasin 2012 ini Kalian akan mendapatkan Ilmu tentang Ngeblog, Teman-teman baru. Selain itu Kalian akan mendapatkan Lunch., Coffe Break., Goodie Bag., Sertifikat., dan T-Shirt..

Semua boleh ikut seperti :
  1. Blogger (pemula, menengah, senior)
  2. Bukan Blogger tapi suka sosial media
  3. Nge-fans sama Blogger
  4. Pengen belajar nge-blog
  5. Ingin tahu seluk-beluk Ngeblog
  6. Pengen punya blog
  7. Ingin mendapat penghasilan dari nge-blog
Ayo buruan daftar dan ikuti Blogilicious Banjarmasin 2012 !!!! kita ramaikan dan sukseskan Blogilicious 2012 Banjarmasin. Ajak teman,kenalan,sanak keluarga untuk mengikuti Event Blogilicious 2012 Banjarmasin september nanti.

Blogger Banua Dengan Semangat Sumpah Pemuda

www.aziscs1.com - Hari ini Jum'at 28 oktober 2011 bertepatan dengan hari sumpah pemuda . Selamat berjuang para pemuda Indonesia, teruslah berkarya dan berprestasi. Tunjukkan pada dunia bahwa Pemuda Indonesia adalah pemuda Pemberani, Pintar, dan tidak Korupsi.

Lokasi Kantor Redaksi Banjarmasin PostKantor Redaksi Banjarmasin Post

Masih berkenaan dengan Pemuda Kemaren hari kamis 27 Oktober 2011 sekitar pukul 11.00 WITA Para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Blogger Kalsel atau Blogger Banua, Berkunjung Ke Kantor Redaksi Banjarmasin Post untuk bersilaturrahmi sambil berbagi pengalaman tentang Blog.

Suasana Di Kantor Redaksi Banjarmasin PostSuasana Di Kantor Redaksi Banjarmasin Post

Dimulai dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan Pemutaran Film Tentang Sejarah Koran Banjarmasin Post, Pengenalan Tentang Media Online Dari Bpost yaitu www.banjarmasinpost.co.id dan Koran Online Bpost yaitu www.epaper.banjarmasinpost.co.id . dan kemudian diteruskan dengan Sesi Tanya Jawab Antara Pimpinan Bpost dengan Para Blogger. Dari Pihak Blogger menanyakan tentang Media Online Banjarmasin post dan juga mengenai Kolom suara pembaca. Sedangkan dari Pihak Bpost menanyakan tentang bagaimana cara agar Blog bisa menghasilkan Uang, cara agar Blog kita jadi nomor 1 di google dan juga bagaimana cara menambah Visitor Blog kita.


Pukul 13.00 WITA acara Selesai, Kemudian diteruskan Foto bareng dan penyerahan Souvenir kenang kenangan dari Pimpinan Bpost Untuk Blogger Banua Berupa Boneka Si Palui dan Kamus Bahasa Banjar. Setelah penyerahan ini maka selesailah acara Silaturrahmi Blogger Banua ke Redaksi banjarmasin Post.

Sore harinya sekitar 15 Orang anggota Blogger Banua Berangkat ke Sidoarjo Jawa Timur untuk mengikuti Acara KOPDAR 1000 Blogger yang diadakan Oleh Blogger Nusantara.

Oh iya Hampir Lupa keesokan harinya yaitu Hari ini tanggal 28 Oktober 2011 ternyata Kami Blogger banua Masuk Koran Sob !!! duh senangnya aku masuk Koran :)

Blogger Banua Masuk KoranAziscs1.com (Blogger Banua) Masuka Koran Banjarmasin Post


Sampai Disini ceritaku Tentang Blogger Banua dan Semangat Sumpah Pemuda. Untuk teman teman yang berangkat Ke Sidoarjo Semangat berjuang, ayo harumkan Nama Blogger Banua di Kancah Nasional.

South District Borneo Reggae - Band Musik Kalimantan selatan Bergenre reggae

www.aziscs1.com -Dalam postinganku kali ini aku hanya ingin memperkenalkan buat Sobat aziscs1 semua sebuah Band Lokal Asal Banjarmasin kalimantan selatan. South District Borneo Reggae adalah nama sebuah band musik asal Kalimantan Selatan. Mareka satu satunya Band Lokal dari Banjarmasin Kalimantan selatan yang bergenre Reggae. Band South District Borneo Reggae ini terbentuk pada tahun 2004 atas kesamaan visi misi dan kecintaan akan reggae, Mareka ingin memberikan suatu hal yang baru dan segar untuk para penikmat musik khususnya di Banjarmasin yang perkembangan musik di Banjarmasin cenderung monoton.




Meskipun tiap personelnya berasal dari berbagai genre musik, tetapi itu justru memberikan warna yang berbeda dalam permainan dan musikalitas mareka. Pada awalnya Band mareka menggunakan nama Dreadlock Rasta, kemudian berganti menjadi SD Reggae, namun seiring pergantian beberapa personel, bertambahnya pengetahuan tentang musik Reggae dan semakin bertambahnya pencinta musik reggae serta keinginan mareka untuk bisa memperkenalkan musik Reggae ini secara luas dan sekaligus untuk memajukan Band Musik lokal mareka sepakat untuk Berganti nama menjadi South District Borneo Reggae.

Berikut nama nama para personel Band South District Borneo Reggae :

  • Vokalis : Fatlee dan Happy
  • Gitar : Ready dan Vino
  • Bass :Nyo Nyo
  • Keyboard : Yusak
  • Djimbe/Percussion : Atep
  • Drummer : Bayu
Alamat : jl. Sutoyo S. Gang Melati @ GOTOnet Banjarmasin, Indonesia.

Diantara Event event yang Yang pernah dimeriahkan oleh Band ini dimana mareka Sebagai Bintang tamunya adalah :

  1. Launching Indie Banjar film di taman Budaya Banjarmasin.
  2. Dies Natalis Fakultas hukum Unlam dan STIENAS Banjarmasin
  3. Farewell Party SMUN 2 dan SMUN 3 Banjarmasin.
  4. Launching Handphone Dezzo, telkomsel event di Duta Mall Banjarmasin.
  5. Honda gathering di Taman kota Sampit.
  6. Otomax Biker Frea Contest Di Gelanggang Olahraga Hasanuddin Banjarmasin
  7. DLL.
Masih banyak lagi Event event yang dimeriahkan oleh Band Ini.

Blog Official Frame Ritz Banjarmasin


www.aziscs1.com - bagi teman teman yang sudah mendaftar Lomba PointBlank dan Blog yang diadakan oleh Frame Ritz Banjarmasin yang bertema "BANUA BAZAR KOMPUTER with TELKOM SPEEDY" sekarang Kalian dapat mendapat Informasi Jadwal dan peraturan yang lengkap tentang Lomba tersebut Di Blog Official Frame Ritz Banjarmasin.

Untuk mengunjungi Blog official dari Lomba tersebut Silakan Klik Disini

Sejarah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan


Nah bagi Sobat aziscs1 yang berasal Dari Banjarmasin berikut sekilas tentang sejarah Kota Banjarmasin.
8000 SM :Migrasi I, Manusia ras Austrolomelanesia mendiami gua-gua di pegunungan Meratus. Ras ini melanjutkan migrasi ke pulau Papua dan Australia. Fosilnya ditemukan di Gua Babi di Gunung Batu Buli, Desa Randu, Muara Uya, Tabalong.
2500 SM : Migrasi II yaitu bangsa Melayu Proto dari pulau Formosa ke pulau Borneo yang menjadi nenek moyang suku Dayak (rumpun Ot Danum).
1500 SM : Migrasi bangsa Melayu Deutero ke pulau Borneo.
400 : Migrasi orang India (Tamil) menyebarkan agama Hindu ke Kalimantan, bersamaan dengan migrasi orang Sumatera yang membawa bahasa Melayu dan mulai tumbuhnya Bahasa Banjar Hulu.
242 - 1362 : Munculnya Kerajaan Tanjungpuri di Kahuripan (Tanjung) yang didirikan suku Melayu.
600 : Suku Dayak Maanyan melakukan migrasi ke pulau Bangka selanjutnya ke Madagaskar.
1025 : migrasi suku Melayu dari Kerajaan Sriwijaya akibat serangan tentara Cola Mandala (India).
1200 : Orang Tabalong yang berbahasa Melayu Bukit dan bahasa maayan mendiami wilayah Tabalong,
1355 : Kedatangan Empu Jatmika dan menaklukan Kerajaan Nan Sarunai pasukan yang dipimpin Aria Megatsari, seorang Menteri Penganan/Bentara Kanan atas perintah Maharaja Empu Jatmika; Empu Jatmika mendirikan pemukiman dan Candi Laras dengan pondasi tiang pancang ulin yang disebut kalang-sunduk di wilayah rawa daerah aliran sungai Tapin dan menobatkan dirinya sebagai raja Kerajaan Negara Dipa; Empu Jatmika menaklukan penduduk asli wilayah Banua Lima yaitu lima daerah aliran sungai (DAS) yaitu Batang Alai, Tabalong, Balangan, Pitap, dan Amandit serta daerah perbukitan (Bukit), selanjutnya mendirikan Candi Agung di Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara.
1360 : Lambung Mangkurat, Patih Kerajaan Negara Dipa berangkat ke Majapahit untuk melamar Raden Putra, sebagai calon suami Putri Junjung Buih.
1362 – 1448 : berdirinya Kerajaan Negara Dwipa dengan Raja Sultan Suryanata.
1362 : Wilayah Barito, Tabalong dan Sawuku menjadi daerah taklukan Kerajaan Majapahit. Hancurnya Kerajaan Nan Sarunai, kerajaan Suku Dayak Maanyan karena serangan Majapahit. Pangeran Suryanata dari Majapahit berhasil menjadi raja Negara Dipa.
1385 – 1421 : masa pemerintahan Pangeran Surya Gangga Wangsa
1421 – 1436 : masa pemerintah Raden Carang Lalean
1436 – 1448 : masa pemerintahan Putri Kalungsu
1448 : Masa Kerajaan Negara Daha, Raden Sekarsungsang menjadi Raja pertama; daerah Muara Bahan ditetapkan sebagai Bandar kerajaan di tunjuk Patih Arya Taranggana.
1448-1526 : berdirinya kerajaan Nagara Daha dengan Muara Hulak (Nagara) sebagai ibukota. Raja pertama Raden Sari Kaburangan.
1448 – 1486 : masa pemerintahan Raden Sari Kaburangan
1486 – 1515 : masa pemerintahan Maharaja Sukarama
1511 : migrasi suku melayu akibat runtuhnya Kerajaan Malaka diserang Portugis, migrant ini mendiami sepanjang sungai Kuin.
1515 : Maharaja Sukarama wafat, diwasiatkan yang menjadi raja adalah Pangeran Samudra.
1515 - 1519 : masa pemerintahan Arya Mangkubumi, arya Mangkubumi dibunuh Sa’ban atas suruhan Pangeran Tumanggung; Pangeran Samudra melarikan diri ke hilir Barito.
1519 – 1526 : masa pemerintahan Pangeran Tumanggung.
1524 : penobatan Pangeran Samudra oleh Patih Masih sebagai raja di Muara Kuin.
6 September 1526 : pertempuran antara Kerajaan Banjar dipimpin Pangeran Samudra dengan Kerajaan Negara Daha dipimpin Pangeran Tumenggung di Jingah Besar, Pangeran Samudra dibantu Kerajaan Demak.
24 September 1526 : kemenangan Pangeran Samudra dan pembentukan Kerajaan Banjar, dengan memasukkan Kerajaan Nagara Daha.
1526-1545 : Masa pemerintahan Pangeran Samudera (Sultan Suriansyah).
24 September 1526 : Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah.
1545-1570 : Masa pemerintahan Sultan Rahmatullah (Raja II) di Banjarmasin
1570-1695 : Masa pemerintahan Sultan Hidayatullah (Raja III) di Banjarmasin
1595-1620 : Masa pemerintahan Sultan Musta'inbillah (Raja IV) di Banjarmasin.
1596 : Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang di Kesultanan Banten.
14 februari 1606 : Ekspedisi Belanda dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin, Karena perangainya yang buruk nahkoda ini terbunuh dalam suatu kericuhan.
1612 : Belanda menembak hancur Banjar Lama (kampung Keraton) di Kuin, sehingga ibukota kerajaan dipindahkan dari Banjarmasin ke Telok Selong, Martapura.
1620 – 1637 : masa pemerintahan Sultan Inayatullah (Raja V).
1637 – 1642 : masa pemerintahan Sultan Saidulllah (Raja VI).
1638 : seorang Asisten Belanda terbunuh di Benua Anyar, pertempuran juga menewakan 64 orang bangsa Belanda, selanjutnya 27 orang Martapura terbunuh, dibalas 40 orang Belanda tewas; Sultan Tallo sebagai Mangkubumi Raja Gowa Sultan Malikussaid mengadakan perjanjian dengan Sultan Mutainbillah untuk meminjam wilayah Banjar bagian tenggara dan timur sebagai tempat berdagang suku Bugis.
1642 – 1660 : masa pemerintahan Sultan Rakyat Allah (Raja VII).
1660 – 1663 : masa pemerintahan Sultan Amrullah Bagus Kesuma (Raja VIII).
1660 : Diadakan perjanjian perdamaian antara Belanda dan Banjar; Pangeran Dipati Tuha (anak Sultan Saidullah) mengamankan wilayah Tanah Bumbu dari pendatang.
1663 – 1679 : masa pemerintahan Sultan Agung.
1664 : perubahan nama Bandarmasih menjadi Banjarmassingh (dealek Belanda).
1680 – 1700 : masa pemerintahan Sultan Amrulllah Bagus Kusuma kembali.
1700 – 1734 : masa pemerintahan Sultan Hamidullah.
1734 – 1759 : masa pemerintahan Sultan Tamjiddullah.
1733 : Puana Dekke miminjam tanah di wilayah Tanah Kusan kepada Sultan Tamjidullah I yang kelak dinamakan Pagatan.
1759 – 1761 : masa pemerintahan Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah.
1761 – 1801 : masa pemerintahan Sultan Tahmidullah.
14 Mei 1787 : Penyerangan Pangeran Amir dengan tentara Kerajaan Pasir ke Banjar, namun akhirnya Pangeran Amir (kakek Antasari) ditangkap Belanda, selanjutnya diasingkan ke Srilangka.
1801 – 1825 : masa pemerintahan Sultan Sulaiman.
1815 – 1816 : Inggris menguasai Maluka, Liang Anggang, Kurau dan Pulau Lamai dipimpin Residen Alexander Here.
1825 – 1857 : masa pemerintahan Sultan Adam Al Wasyibillah.
15 Muharam 1251 H/1825 : Pemberlakuan Undang Undang Sultan Adam (UUSA 1825).
1852 : pengangkatan Pangeran Tamjidillah II sebagai Raja Muda merangkap Mangkubumi.
30 April 1856 : Belanda menerima konsesi tambang batu bara yang ditanda tangani Sultan Adam.
9 Oktober 1856 : Pengangkatan Pangeran Hidayatullah sebagai Mangkubumi, sedangkan Raja Muda tetap Pangeran Tamjidillah II.
1 November 1857 : Sultan Adam wafat.
3 November 1857 – 25 Juni 1859 : Masa pemerintahan Sultan Tamjidillah II, kemudian Sultan yang disetujui Belanda sebagai raja Banjar.
3 November 1857 : pertemuan rencana perang melawan Belanda di Martapura, antara Pangeran Hidayatullah, Pangeran Prabu dan Ratu Kemala Sari (istri Sultan Adam).
23 Februari 1858 : Pangeran Prabu (anak Sultan Adam) dibuang ke Bandung.
September 1858 : Tumenggung Jalil tidak mau lagi membayar pajak kepada Belanda.
2 Februari 1859 : kedatangan tentara Belanda dengan Kapal Arjuna, namun 3 hari kemudian dipulangkan lagi ke Batavia.
Februari 1859 : Ratu Kemala Sari dan anak-anaknya menyerahkan kerajaan dengan Pangeran Hidayatullah.
28 April 1859. Pecahnya Perang Banjar :
- Berbekal 300 orang pasukan Antasari menyerang tambang batu bara Belanda di Pengaron.
- Serangan di Marabahan
- Serangan di Gunung Jabuk
- Serangan di Tabanio, dipimpin Demang Lehman, H. buyasin dan Kyai Langlang.
- Serangan di Pulau Petak, Pulau Telo, dan disepanjang Sungai Barito, dipimpin Tumenggung Surapati dan Pambakal Sulil
- Sweeping di Banua Lima, dipimpin Tumenggung Jalil, Pambakal Gafur, Duwahap, Dulahat, dan Penghulu Abdul Gani.
- Serangan terhadap Kapal Cipanas di Martapura
29 April 1859, tambang batu bara Oranye Nassau diserbu.
1 Mei 1859, pasukan Antasari menyerang tambang batu baru Juliana Hermina, serangan di Kalangan, Banyu Irang, dan Bangkal dipimpin Pangeran Arya Ardi Kesuma.
Juni 1859 : pertempuran di Sungai Besaran dipimpin Pambakal Sulil
8 Juni 1859 : Belanda mengumumkan keadaan darurat perang.
12 Juni 1859 : bantuan tentara Belanda datang dengan Kapal Arjuna, Celebes, Montrado, Bone, dan van Os.
14 Juni 1859 : pertemuan Pangeran Hidayat dengan Andressen, namun buntu.
15 juni 1859 : Sweeping oleh Belanda di Martapura.
17 Juni 1859 : pertempuran di Sungai Raya.
25 Juni 1859 : Sultan Tamjidillah II diturnkan secara paksa oleh Belanda, terjadi pertempuran di Cempaka.
30 Juni 1859 : serangan ke Martapura di pimpin Demang Lehman, 10 pejuang gugur.
Juli 1859 : tenggelamnya Kapal Cipanas di Pulau Kanamit.
16 Juli 1859 : Sultan Tamjidillah II di buang ke Jawa.
Agustus 1859 : serangan ke Banjarmasin dipimpin Kyai Mangun Karsa, pertempuran di benteng Tabanio, dimmpimpin Demang Lehman dan H. Buyasin.
September 1859 : pertemuan Pangeran Hidayat dengan panglima-panglima, Pangeran Hidayat dinobatkan menjadi Raja.
27 September 1859 : pertempuran di Gunung Lawak, dipimpin Demang Lehman, Aminullah, Antaludin, dan Ali Akbar.
28 September 1859 : bantuan tentara Belanda dari Surabaya.
13 November 1859 : Verspyck mengeluarkan ultimatum agar Pangeran Hidayatullah menyerah dalam 20 hari.
14 November 1859 : gugurnya Pambakal Sulil di Sungai Basaran.
23 Desember 1859 : pertempuran di Kuala Kapuas oleh suku dayak.
26 Desember 1859 : tenggelamnya Kapal Onrust oleh Tumenggung Surapati di Lontontour.
Desember 1859, Tumenggung Antaluddin bersama dengan Demang Lehman, Pangeran Aminullah, Kusin dan Ali Akbar, mempertahankan Benteng Munggu Tajur.
2 Januari 1860 : serangan terhadap Kapal van Os di Pulau Petak
9 Februari 1860 : serangan terhadap Kapal Suriname di Lontontour, kapal sampai rusak.; pertempuran Masjid Amuntai.
22 Februari 1860 ; serangan terhadap Kapal Montrado di Lontontour
31 Maret 1860 : penyerbuan Benteng Amawang dipimpin Demang Lehman.
18 Maret 1860 : pertempuran di Pamangkih, Walangku, Kasarangan, Pantai Hambawang, Barabai, dan Aluan.
15 Mei 1860 : pertempuran di Tanjung, dipimpin Tumenggung Jalil.
11 Juni 1860 : Kerajaan Banjar dihapuskan secara sepihak oleh Belanda, dengan proklamasi yang ditandatangani Residen Surakarta FN.Nieuwenhuijzen yang merangkap Komisaris Pemerintah Belanda untuk Daerah Afdeling Kalimantan Selatan-Timur.
9 Agustus 1860 : serangan terhadap Benteng Kelua, dipimpin Pangeran Antasari.
17 Agustus 1860 : Pangeran Antasari mendirikan Benteng Tabalong.
27 Agustus 1860 : serangan di Martapura dipimpin Pangeran Muda.
September 1860 : pertempuran di Rumpanang dan Tambarangan, dipimpin Singa Jaya.
3 September 1860 : Pertempuran Benteng Madang pertama, dipimpin Demang Lehman dan Tumenggung Antaludin..
4 September 1860 : pertempuran Benteng Madang kedua
13 September 1860 : pertempuran Benteng Madang ketiga
15 September 1860 : pertempuran di Sungai Malang, Amuntai, dipimpin H. Abdullah.
18 September 1860 : pertempuran Benteng Madang Keempat
22 September 1860 : pertempuran Benteng Madang kelima.
13 Oktober 1860 : pertempuran Benteng Batu Mandi, dipimpin Tumenggung Jalil.
17 Oktober 1860 : pertempuran di Jati, dipimpin Kyai Jayapati.
25 Oktober 1860 : pertempuran di Bulanin, dipimpin Demang Lehman.
27 Oktober 1860 : pertempuran di Jati lagi, dipimpin Kyai Jayapati dan Demang Jaya Negara Seman.
November 1860 : pertempuran di masjid Jati, dipimpin Tumenggung Diparaksa.
1 November 1860 : Belanda mendinamit bangkai Kapal Onrust di Lontontour.
24 Februari 1861 : pertempuran di Amalang dan Maleno, dipimpin Demang Lehman dan Guna Wijaya.
3 Maret 1861 : pertempuran di Rantau, dipimpin Jaya Warna.
19 Maret 1861 : pertempuran di Karang Intan, dipimpin Tumenggung Gamar.
21 April 1861 : Pertempuran benteng Amawang, 2 tahun Perang Banjar, dipimpin Tumenggung Antaludin dan Demang Lehman, tewasnya Von Ende.
23 April 1861 : serangan di Bincau.
April 1861 : penangkapan dan hukuman mati untuk Pangeran Kasuma Ningrat (paman Pangeran Hidayat), Kyai Nakut, dan Pambakal Matamin; pertempuran di Binuang, Tumpakan Mati, Karang Jawa, Kandangan dan Nagara..
4 Mei 1861 : Pertempuran di Paringin dipimpin pasukan Antasari, tewasnya Van der Wijck.
13 Mei 1861 : pertempuran di Gunung Wowong, Karouw, Dayu dan Sihong.
16 Mei 1861 : serangan di Paringin dipimpin H. Dulgani.
18 Mei 1861 : pertempuran di Pagat.
27 Mei 1861 : pertempuran di Barabai dipimpin Gusti Wahid.
Mei 1861 : pertempuran di Martapura, Tanah Laut, Rantau, kandangan, Barabai, Amuntai, Paringin, Tabalong dan daerah Barito.
10 Juni 1861 : pertempuran di Gunung Kupang, Awang Bangkal, dan Batu Mahalon.
18 Juni 1861 : serangan awal di Martapura.
19 Juni 1861 : pertempuran di Gunung Pamaton dipimpin Pangeran Hidayatullah.
20 Juni 1861 : pertempuran di Kuala Tambangan dipimpin Tumenggung Gamar.
22 Juni 1861 : serangan di Mataraman dan Suwatu dipimpin Pambakal Mail dan Tumenggung Buko.
3 Juli 1861 : serangan di benteng Barabai dipimpin Raksa Yuda.
18, 22, 24 Juli 1861 : pertempuran di Buntok.
Agustus 1861 : Pertempuran di Gunung Pamaton dan Gunung Halau-halau dipimpin Tumenggung Antaludin dan Kiai Cakrawati (Galuh Sarinah).
1 Agustus 1861 : pertempuran di benteng Limpasu, tewasnya Letnan Hoyyel.
10 Agustus 1861 ; pertempuran di benteng Pagger dipimpin Pangeran Singa Terbang.
2 September 1861 : pertempuran di benteng Batu Putih, gugurnya Pangeran Singa Anum dan Gusti Matali.
24 September 1861 : gugurnya Tumenggung Jalil pada pertempuran Benteng Tundakan.
2 Oktober 1861 : Demang Lehman masuk Martapura menemui Regent Martapura.
6 oktober 1861 : Demang Lehman ke Banjarmasin berunding dengan Resident Verpyck, perundingan secara empat mata, selesai perundingan rombongan kembali ke Martapura.
8 Oktober 1861 : pertempuran di Habang dan Kriniang dipimpin H. Badur
18 Oktober 1861 : pertempuran di Banua Lawas dipimpin H. Badur
Oktober 1861 : pertempuran di Banua Lawas dan Teluk Pelaeng, gugur 18 orang.
6 November 1861 : pertempuran di Pelari, dipimpin Pangeran Antasari dan Tumenggung Surapati.
8 November 1861 : pertempuran di Gunung Tungka dipimpin Pangeran Antasari, Tumenggung Surapati dan Gusti Umar, tewasnya Kapten Van Vloten.
9 November 1861 : serangan di Teluk Selasih, tewasnya Regent amuntai.
25 Nopember 1861 : pertemuan Pangeran Hidayatullah dengan Demang Lehman, dan diputuskan Pangeran Hidayatullah menemui Ibu Ratu Siti di Martapura.
November 1861 ; pertempuran di Gunung Marta Niti Biru dan Kria Wijaya Bepintu, dipimpin Kyai Karta Nagara.
5 Desember 1861 : pertempuran di Jatuh dipimpin Penghulu Muda, tewasnya Opsir Koch.
15 Desember 1861 : pertempuran di Banua Lawas,tewasnya Letnan Ajudan I Cateau van Rosevelt.
16 Desember 1861 : terbunuhnya Kontrolir Fujick di Margasari dan Letnan Croes juga tewas di Sungai Jaya, oleh Tagab Obang.
28 Januari 1862 : Pangeran Hidayatullah dan Ratu Siti masuk Martapura, berdiam di rumah Residen Martapura.
30 - 31 Januari 1862 : perundingan antara Pangeran Hidayatullah dengan Regent Letnan Kolonel Verpyck di pendopo rumah Asisten Resident, Pangeran Hidayatullah tertipu oleh janji Belanda.
3 Februari 1862 : Pangeran Hidayatullah menuju ke Pasayangan.
4 Februari 1862 : Pangeran Hidayatullah meninggalkan pasayangan menuju Pamaton; Masjid Pasayangan berumur 140 tahun dibakar Belanda.
22 Februari 1862 : tertangkapnya Ratu Siti; dibawanya Pangeran Wira Kusuma ke Banjarmasin.
28 februari 1862 : Pangeran Hidayatullah masuk Martapura menemui Ratu Siti di pendopo Regent Martapura.
3 Maret 1862 : Pangeran Hidayatullah dibawa dengan Kapal Bali menuju Batavia, dikawal Kontrolir Kuin Letnan Verstege.
14 Maret 1862 : Pangeran Antasari dinobatkan sebagai Panambahan Amiruddin Khalifatul Mu’minin, sebagai kepala pemerintahan, pemimpin agama, dan panglima tertinggi.
11 Oktober 1862 : wafatnya Pangeran Antasari di Tanah Kampung Bayan Begok Sampirang, Murung Raya.
1862 – 1905 : masa pemerintahan Sultan Muhammad Seman.
19 Oktober 1863 : tertangkapnya Sultan Kuning.
1864 : serangan Tumenggung Surapati di Muara Teweh dan Montallat
27 Februari 1864 : Demang Lehman dihukum gantung di lapangan Martapura.
1865 : Penghulu Rasyid gugur di Kelua, Tumenggung Naro gugur di Gunung Kayu, Balangan.
26 Januari 1866 : H. Buyasin gugur.
1867 : serangan Tagap Kurdi di Amuntai.
1870 : serangan Panglima Wangkang di Marabahan dan Banjarmasin.
1875 : wafatnya Tumenggung Surapati karena sakit.
1883 : serangan Sultan Muhammad Seman di Tanjung, Amuntai dan Balangan.
1 Juli 1883 : serangan di Lampihong.
1885 : ditangkapnya Pangeran Perbatasari di Pahu Kutai, kemudian Pangeran dibuang ke Tondano.
1886 : serangan Tumenggung Gamar di Tanah Bumbu.
1899 : Residen C.A Kroesen memimpin Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo
1899 : peristiwa Hamuk Hantarukung dipimpin Bukhari
1904 : wafatnya Pangeran Hidayatullah di Cianjur; dibuangnya Gt. Muhammad Arsyad ke Bogor.
1906 : dibuangnya Ratu Zaleha ke Bogor, berkumpul suami (Gt. Muhammad Arsyad).
24 Januari 1905 : Sultan Muhammad Seman, putra Pangeran Antasari gugur di Benteng Baras Kuning.
24 Agustus 1905 : Panglima Batur ditangkap di Muara Teweh
1915 : Sarekat Islam mendirikan Madrasah Darussalam di Martapura.
1919 : Banjarmasin mendapat otonom pemerintahan menjadi Gemeente Bandjermasin.
1923 : National Borneo Congres ke-1.
29-31 Maret 1924 : National Borneo Congres ke-2, dihadiri wakil-wakil Perserikatan Dayak dan Sarekat Islam lokal.
24 September 1924 : pembentukan Kotamadya Banjarmasin.
1927 : pemberontakan di Tabalong dipimpin Barmawi atas kerja paksa.
5 Maret 1930 : Keluarnya ketetapan no. 253 dan 254 tentang berdirinya cabang Muhammadiyah di Banjarmasin dan Alabio
1937 : kembalinya Ratu Zaleha dari pembuangan ke Martapura; pemberontakan Hariang, banua Lawas, sehingga Kepala Distrik Kyai Masdhulhak tewas.
1938 – 1942 : masa Gubernur Borneo dr. A. Haga
1938 : Wester afdeeling van Borneo, Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo menjadi sebuah propinsi di Hindia Belanda. Gemeente Bandjermasin ditingkatkan menjadi Stads Gemeente Bandjermasin.
25 Desember 1941 : Jepang membom Lapangan Terbang Ulin
21 Januari 1942 : Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda di sungai Barito perairan Alalak, Barito Kuala,
6 Februari 1942 : pemerintahan Kalimantan vakum.
8 Februari 1942 : Jepang memasuki Muara Uya, Tabalong, Gubernur Haga mengungsi ke Kuala Kapuas menuju Puruk Cahu, Murung Raya.
10 Februari 1942 : Tentara Jepang memasuki Banjarmasin.
Februari 1942 : Dengan persetujuan walikota Banjarmasin H. Mulder dibentuk Pimpinan Pemerintahan Civil (PPC) diketuai Mr. Rusbandi, sebagai pemerintahan sementara.
12 Februari 1942 : Tentara Jepang mengeluarkan maklumat kota Bajarmasin dan daerahnya diserahkan kepada PPC (Pimpinan Pemerintahan Civil)
5 Maret 1942 : A.A Hamidhan menerbitkan surat kabar Kalimantan Raya.
17 Maret 1942 : Gubernur A. Haga menyerah dengan jepang di Puruk Cahu, kemudian ditahan di Benteng Tatas.
18 Maret 1942 : Kiai Pangeran Musa Ardi Kesuma ditunjuk Jepang sebagai Ridzie, penguasa penuh dan tertinggi pemerintah sipil meliputi wilayah Banjarmasin, Hulu Sungai dan Kapuas-Barito (Dayak Besar).
Mei 1943 : penangkapan Jepang terhadap orang-orang Belanda lalu dihukum mati.
17 April 1945 : Rakyat Banjarmasin mulai diwajibkan memberi hormat dengan membungkukkan badan kepada setiap tentara Jepang baik yang naik sepeda, mobil dan sebagainya.
6 Mei 1945 : Pembentukan TRI pasukan MN 1001, MKTI di Yogyakarta oleh Ir. Pangeran M. Noor
18 Agustus 1945 : Pemerintahan Sukarno-Hatta menunjuk Ir. H. Pangeran Muhammad Noor sebagai gubernur Kalimantan
23 Agustus 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GEMIRI (Gerakan Rakyat Mempertahankan Republik Indonesia) di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Agustus 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Badan Pemberontak Rakyat Kalimantan di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
2 September 1945 – 1950 : masa Gubernur Ir. Pangeran M. Noor, Gubernur pertama.
23 September 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Pasukan Berani Mati di Alabio, Hulu Sungai Utara.
November 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Laskar Syaifullah di Haruyan, Hulu Sungai Tengah.
20 November 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GERPINDOM (Gerakan Rakyat Pengajar/Pembela Indonesia Merdeka) di Amuntai, Hulu Sungai Utara.
1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GERPINDOM (Gerakan Pemuda Indonesia Merdeka) di Birayang, Hulu Sungai Tengah, Barisan Pelopor Pemberontakan (BPPKL) di Martapura, Banjar dan Banteng Borneo di Rantau, Tapin serta Laskar Hasbullah di Martapura, Pelaihari, Rantau dan Hulu Sungai.
30 Oktober 1945 : penyusupan Hasan Basri dan kawan-kawan dari Jawa.
5 Desember 1945 : Pertempuran Marabahan di Barito Kuala.
24 September 1946 : penangkapan lasykar Saifullah oleh Belanda di Kandangan pada saat pasar malam.
18 November 1946 : pembentukan Batalyon TNI ALRI DIVISI IV (A) oleh Hasan Basri dengan melebur Banteng Indonesia dan organisasi kemiliteran lainnya.
Mei 1947 : pertempuran di Hambawang Pulasan, Barabai di pimpin H. Aberanie Sulaiman, 48 serdadu Belanda tewas sedangkan 1 orang pejuang gugur yaitu Made Kawis.
18 Juli 1948 : peristiwa pertempuran di Wawai, Birayang, 16 orang pejuang gugur.
Agustus 1948 : pertempuran di Hambawang Pulasan, Barabai dipimpin Aliansyah.
21 Desember 1948 : Pertempuran Hawang, Hulu Sungai Tengah.
2 Januari 1949 : Pertempuran di Negara di Hulu Sungai Selatan (Palagan Nagara).
7 Januari 1949 : pembentukan Panitia Persiapan Proklamasi Kalimantan, dengan ketua H. Aberanie Sulaiman.
6 Februari 1949 : Pertempuran Pagatan di Tanah Bumbu.
14 Februari 1949 : pertempurang di Batu Tangga, Birayang, 2 orang pejuang gugur.
15 Mei 1949 : Perumusan teks proklamasi di Telaga Langsat, dipimpin H. Aberanie Sulaiman.
17 Mei 1949 : Proklamasi Kalimantan oleh Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Letkol. Hasan Basry
3 Juni 1949 : Pertempuran Serangan Umum Kota Tanjung di Tabalong.
15 April 1949 : Pertempuran Batakan di Tanah Laut.
8 Agustus 1949 : Pertempuran Garis Demarkasi di Karang Jawa, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
2 September 1949 : perundingan antara TNI ALRI DIVISI (A) yaitu Hasan Basri dengan Belanda diwakili Jenderal Mayor Suharjo dan UNCI sebagai penengah di Munggu Raya, Kandangan.
2 September 1949 : pengakuan Angkatan Perang Republik Indonesia terhadap TNI ALRI DIVISI (A) sebagai bagian dari angkatan perang dan mengangkat Hasan Basri sebagai Komandan Batalyon dengan pangkat Letnan Kolonel.
1 November 1949 : peleburan TNI ALRI DIVISI (A) ke dalamTNI Angkatan Darat Divisi Lambung Mangkurat, dengan panglima Letkol Hasan Basri dan Kepala Staf Mayor H. Aberani Sulaiman.
9 November 1949 : Pertempuran di Banjarmasin.
01 Juni 1950 : pembentukan Kabupaten Kotabaru.
14 Agustus 1950 : pembentukan Propinsi Kalimantan; pembentukan Kabupaten Banjar.
14 Agustus 1950 – 1953 : masa Gubernur dr. Mordjani
2 Desember 1950 : pembentukan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan Bupati Syarkawi.
2 Mei 1952 : berdirinya Kabupaten Amuntai.
1953 – 1955 : masa Gubernur Mas Subardjo.
2-3 September 1953 : musyawarah tokoh-tokoh untuk pembentukan Kabupaten Barabai.
24 September 1953 : wafatnya Ratu Zaleha.
14 Januari 1953 : Perubahan nama Kabupaten Amuntai menjadi Kabupaten Hulu Sungai Utara.
23 September 1953 : Wafatnya Ratu Zaleha, putri Sultan Muhammad Seman, sebelumnya diasingkan di Cianjur.
11 Januari 1954 : turun gunungnya Bulan Jihad (sahabat Ratu Zaleha) dari pedalaman Kalimantan.
4 April 1954 : pembentukan Panitia Penuntutan Kabupaten Barabai di rumah Asisten Wedana Abdul Muis Ridhani, ditunjuk sebagai ketua adalah A. Zaini.
1955 – 1957 : masa Gubernur Raden Tumenggung Arya Milono.
7 Desember 1956 : Terbentuknya Provinsi Kalimantan Selatan yaitu gabungan dari Kotawaringin, Dayak Besar, Daerah Banjar dan Federasi Kalimantan Tenggara. Belakangan Pasir (bagian Federasi Kalimantan Tenggara) bergabung ke provinsi Kalimantan Timur.
1957 : pembentukan Propinsi Kalimantan Selatan dari hasil pemekaran.
1957 – 1959 : masa Gubernur Syarkawi.
23 Mei 1957 : Wilayah Kotawaringin dan Dayak Besar membentuk provinsi Kalimantan Tengah.
1958 : musyawarah masyarakat Tapin di Balai Rakyat menghasilkan Badan Musyawarah Penuntut Kabupaten Tapin, yang diketuai H Isbat
15 Maret 1958 : pembentukan Panitia Penuntutan Kabupaten Tabalong dengan ketua Juhri.
11 November 1958 : Pengangkatan kerangka Pangeran Antasari untuk dimakamkan di Komplek Makam Pahlawan Perang Banjar di Banjarmasin.
1959 – 1963 : masa Gubernur Maksid.
24 Desember 1959 : pembentukan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
4 Januari 1960 : pembentukan Kabupaten Barito Kuala.
22 Agustus 1960 : pembekuan kegiatan PKI dan ormasnya oleh Kepala Penguasa Perang Daerah kalsel Brigjen Hasan Basri.
3 Juni 1961 : pembentukan Panitia Penuntutan Kabuapaten Tanah Laut (Panitia 17), dengan ketua Soeparjan.
1-2 Juli 1961 : musyawarah besar Tanah Laut menghasilkan pembentukan Panitia Penyalur Hasrat Rakyat Tuntutan Daswati II Tanah Laut yang diketuai H. M. N. Manuar.
1963 – 1963 : masa Gubernur Abu Jahid Bustami.
1963 – 1968 : masa Gubernur Aberani Sulaiman.
30 November 1965 : pembentukan Kabupaten Tapin.
1 Desember 1965 : pembentukan Kabupaten Tabalong.
02 Desember 1965 : pembentukan Kabupaten Tanah Laut.
1968 – 1970 : masa Gubernur Jasmani.
23 Maret 1968 : pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Pangeran Antasari.
1970 – 1980 : masa gubernur Subarjo Sosroroyo.
15 Januari 1979 : wafatnya Ir. Pangeran M. Noor, Gubernur Kalimantan pertama dimakamkan di Jakarta.
1980 – 1984 : masa Gubernur Mistar Cokrokusumo.
1984 – 1995 : masa Gubernur Ir. H.M. Said.
15 Juli 1984 : wafatnya Brigjen Hasan Basri, dimakamkan di Liang Anggang, Banjarbaru
10 November 1991 : Peresmian Museum Wasaka oleh Gubernur Kalsel Ir. H. Muhammad Said.
1995 – 2000 : masa Gubernur Gusti Hasan Aman.
23 Mei 1997 : Peristiwa Jumat Kelabu di Banjarmasin, kampanye pemilu yang berakhir kerusuhan bernuansa SARA (partai).
2000 – 2005 : masa Gubernur Syahriel Darham.
20 April 2000 : pembentukan kota Banjarbaru.
3 November 2001 : pemberian gelar Pahlawan kemerdekaan untuk Brigjen Hasan Basri.
8 April 2006 : pembentukan Kabupaten Balangan dan Tanah Bumbu.
2005 - 2010 : masa Gubernur Rudy Ariffin.

Kalau ada yang salah atau kurang lengkap mohon di koreksi,

Sumber : http://bumibanjar.blogspot.com/

Nama Buah-Buah Khas Banjarmasin Kalimantan Selatan

Sekedar Pengetahuan Bagi sobat aziscs1 Yang Berasal dari Kalimantan selatan Khususnya. Barikut adalah Nama-nama Buah Khas Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kalian dapat Mengopy atau Menyimpan foto-foto di bawah ini .

Buah tarap

Buah Rambai

Buah Ramania

Buah Pampakin

Buah Lahung

Buah Kuranji

Buah kasturi

Buah Kapul

Buah Hambawang

Buah Bundar

Nah Sobat aziscs1 itulah sebagian nama-nama buah khas Kalimantan Selatan, Kalau ada yang ingin mengoreksi atau menambahkan silakan tulis di komentar.

Pasar Wadai Menjadi Tradisi Warga Banjarmasin Di Bulan Ramadhan

Pasar Wadai Menjadi Tradisi Warga Banjarmasin Di Bulan Ramadhan - Kebiasaan bulan Ramadhan, di Banjarmasin ada sebuah agenda rutin berkaitan dengan makanan, yaitu Pasar Wadai. Wadai itu bahasa Banjar untuk kue. Ternyata Pasar Wadai Di Banjarmasin ini sudah ada sejak tahun 1985 seperti yang ada digambar di bawah ini.

Pasar Wadai Banjarmasin Tahun 1985
Pasar Wadai Banjarmasin Tahun 2010
Untuk tujuan pariwisata, diterjemahkan juga ke Bahasa Inggris menjadi Ramadhan Cake Fair.
Setiap tahun saya pernah menginjakkan kaki ke Pasar ini cuma sekali, padahal jaraknya dengan rumah saya tidak sampai 10 menit naik sepeda motor. Kenapa? Bukankah Pasar Wadai ini sama dengan festival makanan sehingga saya sebagai penikmat kuliner minuman, kue dan masakan tradisional dapat menuntaskan dan memuaskan keinginan saya terhadap hal tersebut? Karena, eh, karena kue-kue dan makanan serta masakan tradisoinal ini sangat enak penuh cita rasa tinggi khas Banjar selain itu dalam Pasar Wadai ini juga jualan kuliner lain yang bukan khas Banjar dan seabrek benda lain) di sana harganya agak tinggi dibanding banyak “Pasar Wadai” berskala lebih kecil lainnya dan tentu saja lebih tinggi dari warung pinggir jalan yang kagetan jualan kue Banjar dengan rasa yang tidak kalah enaknya (kalau kita tahu yang mana). Kenapa kok lebih mahal? Karena stand-nya disewakan dengan harga mahal.

Aneka Kue khas Banjarmasin kalsel
Aneka Kue khas Banjarmasin kalsel

Itulah Pasar Wadai Menjadi Tradisi Warga Banjarmasin Di Bulan Ramadhan ini. Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

Tempat Wisata Banjarmasin

Pasar TerapungLink
Pasar Terapung

Perjalanan wisata melalui sungai Barito atau sungai Martapura bisa menggunakan perahu motor yang biasa disebut dengan "Klotok". Untuk perjalanan yang agak jauh bisa menggunakan speedboat.Jarak dari kota 1 jam perjalanan naik klotok (perahu motor air) dan 15 menit naik kendaraan darat. Pada obyek tersebut dapat dilihat budaya masyarakat Banjar yang menjual sayur mayur dan kue-kue, makanan dan minuman, serta keperluan rumah tangga sehari-hari diatas perahu, dan pembeli dapat membeli dari atas perahu juga, atau dari dermaga-dermaga kecil di rumah-rumah penduduk. Pasar ini digelar dari jam 05:00 sampai dengan jam 07:00 pagi.


Sungai Banjarmasin

Wisata Air Banjarmasin

Sebagai ibukota propinsi, adalah pusat perdagangan dan pariwisata. Kota Banjarmasin dialiri oleh beberapa buah sungai dan juga letak daratan yang berada minus beberap cm dari permukaan air laut pasang sehingga dijuluki sebagai kota air . Sungai tersebut merupakan sarana transportasi dan keperluan hidup masyarakat sehari-hari.

Transportasi melalui sungai atau air merupakan transportasi utama. Ada sebagian masyarakat lokal bahkan membangun rumah di atas sungai yang biasa disebut dengan " lanting ". Rumah tersebut dibuat menghadap ke sungai. Sungai menjadi sangat penting untuk aktivitas bisnis dan ekonomi.


Pulau Kembang


Pulau Kembang

Tidak jauh dari pasar terapung terdapat pulau kecil yang dihuni kera-kera jinak yang menurut legenda orang-orang Tianghoa yang sering menziarahi sambil membawa makanan berupa pisang dan kacang, konon katanya apabila seseorang datang ke pulau tersebut dan dirubung oleh kera niscaya akan banyak mendapat rezeki tetapi apabila kera-kera di pulau tersebut pada lari masuk ke hutan maka orang tersebut akan surut rezekinya.

Kamus Bahasa Banjar

- arai (Banjar Hulu), himung (Banjar Kuala); artinya gembira
- hagan (Banjar Hulu), gasan (Banjar Kuala); artinya untuk
- tiring (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya melihat
- bungas (Banjar Hulu), langkar (Banjar Kuala); artinya cantik
- tingau (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya toleh, lihat
- balalah (Banjar Hulu), bakunjang (Banjar Kuala); artinya bepergian
- lingir (Banjar Hulu), tuang (Banjar Kuala); artinya tuang
- tuti (Banjar Hulu), tadi (Banjar Kuala); artinya tadi
- ba-ugah (Banjar Hulu), ba-jauh (Banjar Kuala); artinya menjauh
- macal (Banjar Hulu), nakal (Banjar Kuala); artinya nakal
- balai (Banjar Hulu), langgar (Banjar Kuala); artinya surau
- tutui (Banjar Hulu), catuk (Banjar Kuala); artinya memukul dengan palu
tukui (Banjar Hulu), periksa (Banjar Kuala); artinya memeriksa
- padu (Banjar Hulu), dapur (Banjar Kuala); artinya ruang dapur
- kau'u (Banjar Hulu), nyawa (Banjar Kuala); artinya kamu
- diaku (Banjar Hulu), unda (Banjar Kuala); artinya aku
- disia (Banjar Hulu), disini (Banjar Kuala); artinya disini
- bat-ku (Banjar Hulu), ampun-ku (Banjar Kuala); artinya punya-ku
- bibit (Banjar Hulu), ambil (Banjar Kuala); artinya ambil
- ba-cakut (Banjar Hulu), ba-kalahi (Banjar Kuala); artinya berkelahi
- diang (Banjar Hulu), galuh (Banjar Kuala); artinya panggilan anak perempuan
- nini laki (Banjar Hulu), kayi (Banjar Kuala); artinya kakek
- utuh (Banjar Hulu), nanang (Banjar Kuala); artinya panggilan anak lelaki
- uma (Banjar Hulu), mama (Banjar Kuala); artinya ibu
- hingkat (Banjar Hulu), kawa (Banjar Kuala); artinya dapat, bisa
- puga (Banjar Hulu), hanyar (Banjar Kuala); artinya baru
- salukut (Banjar Hulu), bakar (Banjar Kuala); artinya bakar
- kasalukutan, kamandahan (Banjar Hulu), kagusangan (Banjar Kuala); artinya kebakaran
- tajua (Banjar Hulu), ampih (Banjar Kuala); artinya berhenti
- bapandir (Banjar Hulu), bepéndér (Banjar Kuala); artinya berbicara
- acil laki (Banjar Hulu), amang, paman (Banjar Kuala); artinya paman


Amun handak menambahiakan atawa ada nang kada bujur alias tasalah, kirimakan haja liwat E-mail Kami
Terima kasih kepada pian sarabarataan (kula) yang telah banyak menyumbangakan kata-kata untuk menambah koleksi perkataan dalam kamus bahasa banjar ngini.

Kamus Bahasa Banjar By Aziscs1



.: A :.
abut - membuat kerja tidak tenang
acan - belacan
ading - adik
alun - lemah lembut
ambin - teras rumah
ambung - lambung
ampah - arah/ hala
ampal - masakan ayam/ daging dipotong besar
ampar - hampar
ampih - berhenti, sembuh
ampik - tepuk tangan
ampun - empunya
amun/ mun - jika
ancak - tempat barang dibelakang basikal
ancaman - akan dilakukan
ancap - cepat
andak - letak
andah - tumpangan, tempat sementara
andika - awak, panggilan hormat
andin - rambut kanak-kanak yang dibotakkan dan ditinggal sedikit didepan atau belakang
anggal - kerja yang tidak diselesaikan ( baanggalan)
anggap - ambil hati
anggung (tanggung) - angkat, bawa
angkal - tidak dalam, tidak serius
angkung - tebas
angoi - binatang berubah warna
angsul - kembalian uang belanja
anjung - julang
antal - rasa tak puas
antui-antui – bergantungan
anu - (di-anu)di buat (si-anu) - sidia
anum - muda
apik - cermat
arai - senang
arang - tanah yang tidak diusahakan/ terbiar
aruh - kenduri
arum - harum
asaan - malu-malu
asap - sampai hati
asuh - riba
atang - tempat memasak (dapur kayu)
atar - hantar
atawa -atau
atoi - tok mudim
auhi - panggil, jerit
aur - sibuk bekerja, ganggu
awak - badan
awan/ lawan/ wan - dan, dengan
awau - gema
awit - tahan lama
ayan - besen kecil dibuat dari logam (aluminium)
ayuha - marilah

.: B :.

baaadu - selalu melaporkan
baaci/ baasi - memulai kerja dengan bersungguh-sungguh
baadu - berlawan, beradu
baaga - anak kecil sedang belajar berbicara
baal - lembap
baampik - bertepuk tangan
baandah - singgah/berpindah kesuatu ditempat (sementara)
banggalan - kerja yang tak disiapkan
baasa - memulai lagi/mengulang
baasaan - was-was, rasa malu
baastilah - memulai dengan rencana
baantui - berpegangan dengan tali
baayun - bergayut
babacaan - majelis ta'lim sedang berkumandang
babahup - berkongsi
babak - buka ikatan/jahitan
babat - ikat
babau - berbau
babaya - hampir
bacaca - sebutan belum berapa betul.
bacalumut - comot
bacara - sifat semula jadi
bacuring - kotor, tanda bergaris-garis
bacurit - bertanda sedikit seperti garisan
badadas - pergi dengan cepat, tergesa-gesa
badangkak - sedang jongkok
badapatan - bertemu
badarau - gotong-royong, dengan serentak
bagadang - bergadang
bagamat - perlahan
bagana - diam/ tempat tinggal
bagarigis - permukaan tak licin dan berbulu
bagarit - memburu
bawakar - dikawal ( kada bawakar - tidak dikawal)
bagaya - bergurau
bagibik - putaran yang bergetar
bagirap - bercahaya
bagulir - bergelinding
bagurai - berguris kerana luka atau dicakar
bahalolong - melolong
bahaman - gigi geraham
bahambur - bertabur, buat sampah
bahandung - bersandar
bahanu - kadang-kadang
baharaan - mudah-mudahan
bahari - zaman dulu
bahaul - kenduri arwah
bahimat - bersungguh-sungguh
bahinak - bernafas
bahinip - menyembunyikan diri
bahintabol - menari-nari kesukaan
bahira - buang air besar
bahiri - iri hati
bahual – bersusah payah, bertengkar
bahujung - untung
bahum - ikut suka hati
bahupan – berkongsi
baigal - menari-nari
baimbai/ baumbai - bersama-sama
baindah - menolak tawaran, memberi alasan
bair - seret
baisi - mempunyai
baistilah - melakukan sesuatu dengan rencana
baisukan - pagi-pagi esok
baisur - memohon diri untuk pulang
bajalikat - melekit-lekit
bajarijihan - melilih, menitik-nitik
bajaruhutan - banyak benda bergantungan
bajarut - terikat kuat
bajimusan - keadaan yang basah kuyup (kena hujan)
bajuju - membaca (kurang lancar)
bajungkuk - membungkuk
bajurut - berderet
bakajal - bersempit-sempit
bakajut - serta merta
bakakat - merangkak
bakalubun - tutup dengan kain
bakamih - kencing
bakarat - berkelahi
bakarik - habis licin
bakarimut - komat-kamit
bakawak - berkeladak
bakicap - bunyi mengunyah
bakikipik - merenjis-renjiskan tangan
bakikis - majlis becukur rambut dan menamakan anak yang baru lahir
bakipuh - rasa kepanasan
bakirik - rasa seram, takut
bakuciak/ bakuriak - menjerit
bakulim - berdalih, merahasiakan
bakumpul - bersama suami isteri
bakunyung - berenang
bakuridak - kotor, berkeladak
bakurinah - dengan sengaja
bakuya - mengadu, memberitahu
balalah - berjalan-jalan/ bersia-siar
balampas - tidur tanpa tilam, kelambu dll.
balanak/bulanak - tanah lembik kerana hujan/berair
balancat - celah jari luka karena air
balapak - duduk dilantai /diatas tanah
balar - calar
balarai - tanda/kesan gurisan
balarangan - bertunang
balimbai - dengan tangan kosong, berlenggang
baliwa - mengalah
balungan hayam - sejenis kue
bamamai - marah-marah
bamamang - bercakap seorang diri
bamandak - berhenti
banam - bakar
bancir - waria
bangas - bau masam kerana terlalu lama terendam
bangat - sangat
bangkang - merekah
bangkat - reban ayam
bangking - tak menjadi (kue), terencat
bangsul - timbul
banih - padi
banjur - taut, alat mengail ikan
bantas - makan dengan lahap/ kemaruk
bantat - muka sembam
bantir – bekas akibat kena pukul
banturan - tempat turun air pada atap
banyai(an) - suka melambatkan (menangguhkan) kerja.
banyu - air
bapadaan - kita sesama kita
bapadah - memberitahu
bapala - 1. puas hati, 2. melampau
bapalihan - tidak menyeluruh, berpilih-pilih
bapangsar - merasa terlalu sakit
bapara - datang meminang
bapiit - menyembunyikan/ memencilkan diri
bapiluk - membelok
bapira - cantik diluar busuk didalam
barabah - berbaring
barakat – buah tangan dibawa pulang
barambangan - perpisah suami-isteri tapi belum bercerai.
barandak - banyak (orang)
baranga - lalat
barang-barang - 1. sembarangan 2. memerang
barantuk - bersusun
barataan - semuanya (orang)
barau - api marak
baribisan - kotor berjijihan (air sentiasa menitik)
baribisan (hujan) - hujan tak berhenti-henti tapi tak lebat.
barikit - bergetah, melekat, menempel
barintit - berderet
barinting - bersambung-sambung, bertangkai (bunga)
baririt - beratur panjang
barubusan - bocor yang banyak (atap/ dinding)
barubutan - berebut-rebut/ kelam kabut
barubus-barubus - berlari dalam semak samun
barujihan/ bajarijihan - berbuih
barukat - 1. terbungkar akar 2. berkelahi, bercakaran
barumahan - bawah rumah
barungkau - bercakaran
basanga - goreng
basapih - mengibas-ngibas, mengelak
basaruan - menjemput
basasadi - sedang bersedia
basilih - tukar pakaian
basiping - berselaput (berkeping-keping kecil)
basiraput - berserabut
basurah - bercakap
basusurung - sedang menghidangkan makanan
bat - kepunyaan, hak
batabul - berpulau-pulau, tidak rata
batagar - berkarat
batah(an) - belajar susah nak dapat, dungu
batahar - bersepah
batahuan - mengenal antara satu sama lain
batakun - bertanya
batalimpuh - duduk bersimpuh
batamuas - membasuh muka
batandik - menari
batanisan - menjejih, berair (sedikit) spt luka
batangkuok - berkokok
batata - menyusun
batatapas - sedang mencuci kain
batatukar - membeli belah
batawiran - kain (besar) bergantungan
batianan - mengandung
batil - sejenis kue, (bingka) pisang
bating - kue tak menjadi
batingas - berkelahi (kucing batingas!)
batubal - tanda bercapuk/bertompok pada kain dsb.
batuha - semakin tua
batumang - ubi yang ada bekas berulat
batumin - memasang kuda-kuda untuk memulakan kerja.
batunga - menengadah keatas
batur - batu nesan

bararamang - meng ada-ada
batuyuk - melambak
bauku - budak kecil baru pandai ketawa
baulih - dapat sesuatu
bauling - berpaling, menggelengkan kepala
baungal - bergerak
baunggal - longgar
baupang - berpegang
bawarangan - berbesan
bayaan - sebaya
bayir - heret
bayut - orang yang lembab/ lambat buat kerja
beluru - pedal ayam
bibis - sakit perut, gastrik
bibit - ambil
bida - beza
badawang - labi-labi
biding - bersegi (bahagian luar), bingkai
bigi - biji
bikut - dipulaukan, boycot
bilang - melampau (bilang haja ah..)
bilar - bekas kena pukul (calar-balar)
bilung - keadaan senget dan bergulung
bilungka/balungka - timun karayi
bincul - benjol
bingkawan - tulang kayu membuat atap
bingking - bergaya, bersolek
bingsul - keluar
bini - isteri
bisa - boleh, pandai
biskar - basikal
bitau - bodoh
bitir - buah catur (castle)
biyal - tanda karena digigit nyamuk atau binatang
biyuku - penyu
buat - masukkan
bubuhan - kaum keluarga, kalangan
bubungan - bumbung
bubus - bocor atau koyak yang besar, biasanya disebelah bawah
budas - tak berhasil, hilang begitu sahaja
buhir - dengki, iiri hati, niat jahat
buhul – simpul pada tali,
bujur - betul, benar
bukah - berlari
bulanak/baalaanak - lumpur
bulang - surban
bular - mata cacat
bulik - balik, pulang
bumbunan - ubun-ubun
bungas - cantik, anggun
bungkam - terpaku/ terdiam
bungkas - terbuka ikatan kerana terlalu padat/ penuh
bungul - bodoh
buntalan - bungkusan ( kain)
buntus - koyak kecil/ berlubang.
buntut - bahagian hujung tanah/ kebun
burinik - tanda-tanda, buih kecil
buris - buncit
bursiah - kalau-kalau terjadi perkara tak baik
buting - bilangan barang
buyut - cicit



.: C :.

cabur - terjun dalam air
cacak - pacak / cecak
cacap - cecah
cagar - agar, supaya
cagat - tegak
cakah - sombong
cakang - cabang
calap - rendam
caluk - seluk
calung - pucat
cancut - celana dalam
cangkal - gigih, giat
cangkir - cawan
cangul / cungal/ cungul - menampakkan muka
cantung - gaya rambut
caplok (mancaplok) - jatuh kedalam air
caram - banjir (sedikit), ditenggelami air
carubu - mencarut, jorok
catuk - ketuk
cibuk - ceduk air
cileng - tenung dengan mata terbeliak kerana marah
cingkoi - tak berdaya
cinit (cinik) - berputar laju
cirat - ceret, teko
culup - celup
cungul/ cungal/ ca2ngul - menampakkan muka
cungkal - korek tanah dengan kayu/ parang untuk mengambil sesuatu (ubi)
cuntan - curi
cuntang – koleh
curik - telinga bernanah
cuur - bertanya asal usul salasilah keluarga



.: D :.

dadai - jemur
dadaian - ampaian, jemuran
dadang - dipanaskan berdekatan dengan api
daham - jangan
damaran - lampu panjut yang dipasang pada malam likur
damia - begini
damintu - begitu
damit - kecil
dangkak - duduk jongkok
dangkung - bahagian depan betis (tulang kering)
dasau-dasau - menyimbah air dengan banyak
dauh - beduk, gendang besar
diang - nama umum bagi budak perempuan
dimapa - bagaimana

dimpit - impit
dingsanak - adik beradik, saudara
dingur-dingur – keadaan serangga (spt. lalat) yang banyak berterbangan
dipalar - mengirit, menghemat
diparung - dipanggang
disap-disap - rasa seram sejuk (tak sehat)
disasala - dicelah-celah
diulah - dibuat
dudi - kemudian
dudu-aruh - hari sebelum hari kenduri kawin
dugal - nakal
dumul - tumpul



.: E :.

edah -idah

egal - tari

eher - akhir

ehlas -ikhlas

ehnar - pimpinan

ehram - ikhram

ekat - ikat

ekong - orang,ekor

elah - pisah

elang - kunjung

embang - imbang

ember - ember

encer - encer,cair

endek - rendah,pendek

enggang - gerakan pantat kekiri kekanan disertai lenggang tangan

engkar - ingkar

engken - pelit

engkol - kunci pas

engsel - ingsil

enteng - ringan,mudah,spele

entos - beres,becus

epok - dompet

erak - (kerja)paksa

erkan - kalung rangkap

ermawar - mawar

es -es

eskan - teko

estel - stel,pasang

estenewa - istemewa



.: F :.

Database Bahasa Banjar Balum Tatamu - Belum Terdapat Database Bahasa Banjar



.: G :.

gabang - kain selimut
gibik - bergetar
gabin – biskuit
gaduk - besar
gadur - tempayan kecil bermulut besar
gagahap - terbuka luas
gagatas - sejenis kue
gagau - mencari sesuatu yang tak nampak (tersembunyi) misalnya dalam air.
gagai - mencari sesuatu boleh dilihat (tak tersembunyi) seperti dalam laci.
gaha - makan banyak
gahai (jahai) – dibuka/dikeluarkan satu persatu
gahak - kuat makan, selera besar
gair - gayat, ngeri
galagah - sejenis serangga seperti kerengga tapi tidak menyengat.
galah - halau
galapung – tepung
galat - potong
galianan - geli
galir - longgar
galiyur-galiyur (gagaliur)- mundar-mandir
galuh - nama umum bagi budak perempuan
gamat - perlahan

gamis - baju panjang dari arab
gamit - colek
gampir - berpasangan
gampiran - pasangan, pengikut
ganal - besar
gancang - kuat2
gandah - ketuk dengan kuat (gandah lawang)
gandanglawa - sarang laba-laba
gangan - kuah
gani'i - tolong, bantu
gantal - potong melintang dengan parang
ganyir - bau amis
ganyur - keldek/ubi tak mau empuk
gapit - apit, kepit
garancaian - bunyi benda-benda kecil (spt manik) bergantungan
garantangan - bunyi benda-benda logam (seperti tin) berlaga.
garih - siang ikan, dll
garing - sakit
garingitan - geram
garingsing - kawah
garitik - berdetik
garuhungan - terbuka luas
garutuk - bunyi perlahan
gasan - untuk
gatuk - senggol
gawi - kerja
gawil - colek
gawir - tak kuat buat kerja
gayat - potong melintang (biasanya benda besar)
gayumut-gayumut - bergerak dengan perlahan
gayur - lemah/ lembik (orang)
gelitiran - menggigil
geol-geol - keadan yang bergoyang / longgar
gerinting - ikan kering
gicing - membetulkan kedudukan
gigir - bising, kecoh
gigitak/bibitak - labah-labah
gimit - perlahan
gin - juga
gintas – tenyeh dengan geram
gipih - pipih
girek - tayar
gisang - tenyeh
gisik - gosok dengan kuat
gisit/ manggisit/ mandisit - hampir-hampir, nyaris
giwang - anting
gubih - besar dan longgar (pakaian)
gugut - gigit sambil ditarik (spt mangugut bigi hampalam)
guha - gua
guliat/nguliat - mengeliat
guliatan - ulat/cacing banyak bergerak
gulu - leher
gumbang - tempayan
gunggum - angkup
gunjah (kunjah) - digoyang-goyang dalam air / diudara supaya kotoran hilang.
guri - tempayan
guring - tidur
gusari - ditegur, dileter
gutak - digoyang dengan kuat



.: H :.

habang - merah
habuk - kelabu / Abu-abu
hadang - tunggu
hagan - untuk seseorang
hagian - bahagian
hahar - raba dengan kasar
hahayagap - keadaan berjalan yang susah karena gelap
hahayagau - Berbicara tidak tentu / bicara ngawur
haja - itu saja
hajan - teran
hakun - setuju
halam - dahulu
halapat - dicelah-celah, diantara
halar - kepak, sayap
halat - selang, dipisahkan oleh sesuatu
haliling – sejenis binatang
halilipan - lipan
halimanyar - binatang macam lipan, kecil dan bercahaya
halimatar-ulat gonggok
halin - tidak banyak, susah diperolehi
halui - kecil
hambal - tilam/tikar tempat tidur
hambalingan - tidur bergelimpangan
hambat - pukul dengan tali/ rotan
hambayutan - terkena kesannya
hambin - dukung / naik diatas punggung
hampalingan - berserakan
hampapai - jeruk kulit cempedak
hancat - terencat (perbuatan) / pucat pasi
handap - pendek
handayang - pelepah kelapa
hangkoi - bunyi yang kuat
hangkup - hantuk / sundul
hanta/ hantal - rasa tak puas / tanggung
hantalu/ hintalu - telur
hantang - makanan/benda tidak tertutup
hantas - jalan pintas
hantimun - timun
hantup - 1. berlaga 2. makan dengan lahap (kata kasar)
hanyar - baru
hapak - 1. bau busuk 2. memburukkan/memperkecilkan orang lain
hapat - bagian dari
hapuk - empuk/ terjatuh diolok2
haragu - pelihara
harakan - menghawatirkan / khawatir
haram - eram (telor)
haran - banyak memakai sesuatu / boros
harat - hebat
haring (bau) - bau busuk
haru - kacau / aduk
haruk - busuk
harung – peduli
hatap - atap
hawai - rasa keseorangan, sunyi
hawar - 1. sejenis penyakit ayam 2. perbuatan menghayun sesuatu benda (galah)
hawas - penglihatan baik / tajam
hawat - lambat
hayaan - rasa bimbang, risau
hayagau-hayagau - berjalan tak tentu tujuan
hayam - ayam
hayau - menjalani / berjalan
hayabang-hayabang - lari sampai jatuh bangun / terseok-seok
hayongkok - membongkok
hayumu - hama, kuman
hayut - senggol
hibak - penuh
hidin/ sidin - dia, panggilan hormat
higa - tepi
hilai - menganginkan padi dengan nyiru untuk mengasingkan hampa / menjemur padi.
himpil - potongan kecil/ bahagian kecil
himui - malu
himung - senang
hinak - nafas
hindau - suluh
hindik - tekan dengan menghentakan kaki/ badan
hinggan - batasan
hingkat - bisa, boleh, berupaya
hingkul - kawasan kerja yang terlalu sempit.
hinip - senyap
hinya - biarkan
hirang - hitam
hirani - peduli
hiring - berdiri miring
hiyau - panggil
hiyut - hisap
huluakan - mengarahkan / menunjuk arah
hulun - menjadi hamba
humap - karena panas / gerah
humbal-tombong kelapa
humbang - baling
humpil - umpil, cungkil
hundang - udang
hungkar - bongkar, dikeluarkan
hungku/hangku – agaknya / kayaknya


.: I :.

idabul - idea, pendapat
igut - gigit, sengat
i-ilah - seperti / mengiyakan
ikam - kamu
ikung - ekor
ikup - peluk
ilah - seperti
ilai - ayunan tangan
ilan - terjaga dari tidur
ilang - bertamu
ilat - lidah
ilun - bunyi
imat / imit - irit
imbah/ limbah - selepas itu, setelah selesai
impu - mengasuh/memelihara bayi
incaan - main-main/tiruan
inci - ukuran
incit - secara sedikit-sedikit
indap - hendap, intai
indung - ibu
ingar - terganggu
inggang - keadaan yang tak tegap
inggih - ya (bahasa halus)
inggur - bergoyang, tak tegap
ingkang - langkah kaki
ingu/ ingun - pelihara
inguh - ada rasa
injing - tarik / jinjing
intang - dekat
intel - kedudukan hendak jatuh
intoh - tahan disimpan
inya - ia, dia
itih - lihat dengan teliti
iwak - ikan, lauk



.: J :.

jabik – jambang
jabis – berbulu dibahagian muka (binatang spt harimau)

jablai - jarang dibelai :)
jabuk/japuk - keropos
jagau - jantan, jago
jahai – tanggalkan satu persatu
jajak - pijak
jajarujut - rasa bergerak-gerak, kedutan exp. jajarujut kelopak mata
jaka - jika
jalanggaran - tak tersusun,
jamba - tangkap dengan cepat
jamus - rambut tak bersisir
janak - tidur nyenyak
janar - kunyit
japai - pegang, sentuh
jara - jera
jarang - didih, jerang

jaring - jengkol
jatu -memungut
jawih - capai dengan tangan
jelukap - daun untuk obat

jihing - senyum
jikin - alas periuk/kuali.
jimus - basah kuyup
jingkar - hampir mati/ tak sadar diri
jinting - jinjit / tenteng
jiun - meninggal dunia
jubung - penuh
jugut - rambut panjang tak terurus
julang - membuat penyokong spt kayu untuk menahan dahan/pokok dari tumbang.

julung - serahkan
juhang - ditolak keatas menggunakan tongkat /font>
juhut - tarik (benda panjang, spt tali, benang)
jujuran - hantaran kawin
jujut - jahit (benang)
jukung - sampan / perahu
julak - saudara bapak / ibu (kakak)
julung - beri
jumput - diambil dengan tangan
junggat - cungkel, jungkat - jungkit
juong - dorong dengan keras, tolak
jurai - menyirat jala / pukat
jurak - jolok, kait
juruh - air yang manis / air pohon aren
juuk-juuk - jalan mundar mandir



.: K :.

kabisaan - kepandaian, kemahiran
kabungkalanan – tercekik makanan
kacak - remas
kacar - ingin, teringin, mau
kacawaian - melambai-lambai
kada - tidak
kada tapi - tak berapa / tidak terlalu
kadada - tidak ada
kadan - daki
kadap - gelap
kadapan - longgaokan jerami padi
kaganangan - teringat / kangen
kaina - nanti dulu
kair - kais mengunakan kayu dsb.
kajah - ditunjukkan dengan bersungguh-sungguh (macam penjual menawarkan barang jualannya)
kajal - sumbat, berdesak-desakan, bersempit-sempit
kakadut - bungkusan kain yang diikat
kakamban - selendang
kakarunyut - rasa bergerak-gerak, pegal.
kakas - selongkar
kakuar (kukuar) - galah / tongkat panjang
kalacingan - anak ikan gabus
kalapakan - melompat-lompat
kalau (mangalau) - kaedah memancing ikan haruan
kalibir - kulit
kalimbuai – sejenis binatang (keong emas)
kalimpanan - mata termasuk sesuatu benda
kalimut - lubang dubur
kalipit - dilipat
kalipitan - terdesak
kaliwancuhan - kelam kabut
kaloh - putik yang tak jadi
kalu - kalau, jika
kaludut - berkedut, menggumpal
kalum - terompah
kalumpanan - terlupa
kalunuran - keadaan yang berair (kudis, luka)
kaluyuran - keadaan orang yang sibuk / lalu lalang
kambang - bunga, kembang
kambuh - campur
kamir - adunan yang sudah naik
kampil - tas jinjing
kanas - nenas
kanca - pasangan, teman
kancahungan - berteriak-teriak
kancang - kencang, penuh, padat
kancing - tutup (pintu, jendela)
kancur - sejenis tumbuhan seperti kunyit
kancur jerangau - saudara bau-bau bacang
kandal - tebal
kapijanan - teramat sangat
kapiting - 1. kepiting 2.kunci rumah / gembok
kapadaraan/kapidaraan - badan rasa demam/panas dipercayai sebab gangguan mahluk halus
kapung - kejar
karaing - orang yang suka bergaduh / pemarah
karamian - heboh / rasa senang
karamput - berdusta / menipu
karau - garang (orang), nasi keras
karawila - Tumbuhan yang bisa di buat untuk sayur
karidipan - bergerak-gerak
karik – habis/ mengambil sehingga kelapisan terakhir
karindangan - teringat-ingat, kerinduan, kangen
karium - menahan ketawa
kariup - mengkerut, dijerut, dicerut
kariwitan - benda kecil panjang (spt cacing) yang sentiasa bergerak-gerak
karubut-karubut (kakarubut)- bergerak-gerak secara tersembunyi
karucut - mengecut
karudut - berkedut
karukut - garu dengan kasar, cakar
karumut - ruam panas
karungkung - kulit keras / cangkang
karut – ikat
kasadakan - tersedak
kasai - sapu dengan obat
kasangkalanan – tercekik makanan
kasau - jenis kayu
kasulitan - benda terjepit dicelah gigi
kasumba - pewarna kain/makanan
kataraan - tempat ayam mengeram
katidaan - mengada-gada
katik - di ketik
katiwa (tatiwa) - satu daripada bahagian rumah
kato - pucuk manis
katuhukan - sering, selalu sangat
katuju - suka, setuju
katulahan - balasan karena durhaka kpd orang lebih tua
katup - tutup
katur - lenguh
kaur - penglihatan kabur, rabun
kaus - katil, kasut?
kawa - boleh, bisa
kawai - panggil dengan melambai
kawak - kotoran dalam air
kawat - mata kail
kawitan/ kuwitan - ibu-bapa / orang tua kita
kaya - orang yang banyak uang
kayakih - ketombe
kaya apa - Bagai mana
kayi - kakek
kelambuwai - keong mas
kelayangan - layang-layang

kenjot - goyangan pantat
kerasaan - terasa, perasaan
ketulahan - mendapat balasan karena durhaka
ketulangan - tulang tersengkang ditenggorokan
kibah / kibas - kipas dengan tangan/ kain
kicap-kicap - mengunyah dengan berbunyi
kijim - tutup mata
kijip - kedip mata
kikih - kais
kilar - kerling mata
kilau - 1. cahaya (emas /berlian) bercahaya 2.makan tanpa nasi (khusus lauknya saja)
kileng - lambat besar
kilir - asah
kilum - tak ada gigi
kima - kancing
kiming - dipegang-pegang
kimpus - semakin kecil
kimul-kimul - sentiasa mengunyah (tak ada gigi)
kipai - terpelanting / terlempar
kipit - sempit
kipung - makan ikan
kirip – mengecilkan kelopak mata / cahaya lampu tidak terang
kisut (bakisut) - 1. ngesut 2. kempis, berkerut (kulit).
kitar - beralih sedikit, bergerak sedikit
kitihan - makanan ringan
kiting-kiting - dijinjit
kiwa -kiri
kiwang - dipotong sebahagian kecil
kuantan - periuk
kubas - luntur warna
kubui - mandi
kudup – lampu tak terang
kuhup - terkurung dalam keadaan panas
kukuar (kakuar) - galah
kukulai - burung hantu
kukut - diambil dengan kasar dan banyak menggunakan tangan
kulaan - saudara dekat
kulacak - diremas, dijamak, dicakar
kulahai - bongkar
kulanda - sirsak / nangka belanda
kulang kisar - gelisah
kular - kuyu (mata), sendu
kulayak - di buka
kulimbit (kalimbit) - kulit
kulir - malas
kuloh - pelit, rakus makanan
kumai - se isi rumah

kumbah - mengibas kain untuk membuang sampah

kumpa - pompa

kumpai - rumput

kumpang - sarung parang, pisau, keris atau pedang
kumpai - rumput
kunat - tanda pada kulit berkas luka
kuncang - goncang
kungkuak – kokok ayam
kunyuk-kunyuk - mundar mandir
kurihing - senyum
kurinah - sengaja, khusus.
kuring - koreng, kudis
kuringis - merintih (kesakitan), teresak-esak
kuriping - bersisik
kuritis - dikorek menggunakan kuku jari
kurup - redup
kustila - pepaya
kutal - guntingan rambut tak rata
kutang - Beha
kutil - makan atau ambil sedikit-sedikit
kutung - tudung kepala



.: L :.

laai - habis
lacit - meresap keluar, bocor
ladar - ledar (rasa), suam (air), demam(awak)
lading - pisau
laih - cape, penat
laip - hilang, pingsan
lajak - selalu dipakai
lajang - masih sendiri (bujangan/gadis)
lakasi - cepatlah
lalapan - sayur-sayuran
lali - lupa / pikun
lamak - gemuk
lamari - almari
lanah - cair
lancat – sakit celah kaki (kutu air)
landap - tajam
landas - air deras
landau - tidur kesiangan (bangun kesiangan)
langgar - surau/madrasah
langis - habis tak ada yang tertinggal
langkut - gigi bagian bawah kedepan
lanjar - panjang akal
lanji - genit, gatal melihat perempuan
lanjing - keadaan yang mengelebeh (seperti getah) / duwer
lanjung - bakul besar biasanya yang boleh diletakkan dibelakang (tas ransel)
lantih - orang yang berbicara terus, biasanya perempuan
lanting – rakit
lapai - menyapu tubuh dengan air
larang - mahal
lareng - garing
latang - rasa air macam hangus
latat – warna hitam
laung - pakaian adat pahlawan banjar (topi berbentuk kerucut)
laus - sejenis tumbuhan macam lengkuas
lawan /awan/ wan - dan
lawang - pintu
lawas - lama
lawatan - pergi memenuhi undangan.
layat - liat , melempem
layau - 1. melimpah, 2.merayau, menyimpang ketempat lain
layip - pitam, marah sekali
layur - dilalukan diatas api supaya layu
libak - kawasan berlopak / atau berlubang sedikit
libas - sudah habis musim
libur – api yang besar
lihum - rasa kesukaan, senyum yang ditahan
lijau – basah dan berair
likah – kata tambahan / penegas bermaksud seperti begitulah!
likit - menyalakan api
lilik - memandang, mengincar (ingin)
lilip - memasukkan lipatan hujung/tepi kain kebawah kain atau tilam dsb.
limbah – terjatuh dari pautan asalnya
limbak - tumpah, melimpah karena penuh
limbui - basah kuyup oleh peluh
limir - lembek macam berair
limot - berlumur dengan minyak yang banyak
limpak - sumpek / lecet
limpap - penyok ( besi / plat yang terbentur sesuatu )
limpas - terlampau penuh
limpat - melebihi hari
limpih - penyek / gepeng
limpua - berlebih
linak - becek
lincai - di injak-injak
lincip - runcing / tajam
linek - lumat
lingai - kawasan semak yang telah dibersihkan
lingir - tuang air ke cangkir
lingis - habis tak tinggal sisa
lingkah - hilang kesan warna/kotoran
lingkang - langkah
lingkuk - bengkok
lingkup - dikemaskan (kelambu / kain) /
lingo - jemu, bosan
lingsak/ lungsak - luka, kulit tergesek, lecet.
lintip - mengecil
lintuhut - lutut
lipih - lipat dan masukkan kedalam
lipung - melepasi, melebihi
lipus/ lupus - melebihi
liput - ditudung rapat
lirip - iris
liso - layu (buah yang terlalu tua)
liung - ditinggal, tidak dikira
liup/liut - pingsan
liut - menjadi lemah
luai - sejenis penyakit tanaman
luak - muntahkan
luang - lubang
lucung - terlepas
ludus - jalan dalam semak yang sudah terang karena sering dilalui
luhau - orang yang banyak cakap (biasanya lelaki)
lukop – tindih dengan badan
luloi - tercecer
lulok - kawasan tanah yang berlumpur
lulon - menggulung benda panjang dan besar (spt tikar)
lulungkang - jendela
luman - belum
lumbah - lebar (kain)
lumbus - bocor bahagian bawah
lumor - . lumur, sapu
lumus - habis bulan
lunau - becek
luncup - runcing, lancip
lungkas - suara yang jelas dan tegas
lungkup - ditutup / ditindih dengan badan
lungsak/ lingsak - luka, kulit tergesek
lungur - botak, gondol
lunok batis - bahagian belakang betis
lunta - jala
luntang-lanting - tidak tentu arah
lunuk (batis) - bahagian belakang betis yang berdaging
lupus/ lipus - melebihi
luput - tidak kena sasaran
lusukan - ikan gabus yang beranjak besar
luyut - melepuh



.: M :.

maanjal - mengganjal
maanyat - lembut dan boleh menganjal (cth: tilam maanyat)
maarit - merasa sakit/ susah
macal - degil, nakal
macan - harimau
madam - pergi merantau
madat - candu
madayi - patutlah
magan - boleh
magun - masih
mahalabiu - berkata mengada-ada
mahampinak - memelihara
mahapak - mengolok-olok, mempeleceh
mahayaakan - rasa bimbang, takut
maheng - liat, keras (kayu)
mahingak - susah bernafas
mahingal - nafas tersengal-sengal
mahingut - mencium bau yang kuat
mahirip - serupa, sama, seakan-akan
mahong - bau maung
mahulut - mengejek
mahuruni - menemani, menjaga
maigau - mengigau
maigut/mainyut - rasa sakit/seperti ditusuk
mailangi - silaturahmi
maingkang - jalan mengengkang
maingking - berjalan biasa dengan cepat
mainyut/ maigut - rasa sakit/seperti ditusuk
maka am - oleh itu, itulah

makacil - bibi
malacung - melompat
malah - haus hendak minum
malala - membuat minyak dari santan kelapa
malalap - memotong halus-halus (sayur-sayuran)
malalar - merebak, melebar
malalur - tidur hingga siang, lambat bangun.
malapuk - lepak
malarak - mengembang, kembang
malaran - lumayan / sekurang-kurangnya adalah juga
malatik - baru tumbuh, bercambah
malatop - melecet / pecah
malibur - api besar dan naik keatas
malikap - melekat / menempel
malilik - mengorat, teringin
maling - pencuri
malingor - berbau
malining - mengkilat
mamadar - 1. nasi sudah masak tapi dibiarkan supaya kering,
mamadar - 2. berbaring-baring setelah terjaga dari tidur.
mamak - empuk

mamarina - saudara dari bapak/ibu
mamandir - berbicara
mambangsing - mengganas
mambarangat - rasa panas
mamicak - kuat tidur
mampilak - putih sekali
mampunut - keadaan membesar dan timbul membengkak spt bisul. manabun - menyembunyikan
manahakan - membayangkan
manambirau - menggertak
manangkul - menyangkal
manau - 1. ikan timbul kerana mabuk( musim banjir). 2. sejenis rotan (kecil)
mancabur - jatuh /tercebur dalam air (benda besar) mancacau - lari dengan cepat / laju
mancaplok - jatuh kedalam air (benda kecil) mancaricit - suara yang timbul akibat gesekan.
mancarucus - berbicara cepat
manciar - meleleh air liur
mancicing - pecut lari / lari ketakutan
mancigu - cekukan / tersedak
manciling - membeliakkan mata, terbelalak, seperti mata yang mau keluar
mancirat - bersinar
mancirop - masuk dengan cepat (dalam air)
mancok - rujak, makan buah-buah asam/pelam/jambu mentah/muda.
mancurat - memancur, muncrat
mandah - terbakar
mandam - terpaku
mandangani - menemani
mangalihum - berbohong
mangalunyur - meluncur
mangaradau - berbicara tak tentu arah
mangaramput - berbohong
mangaruh - berdengkur
mangarumbungi - mengelilingi sesuatu
mangayumuh - berbicara tak jelas seperti sengaja hendak menyembunyikan sesuatu
manggah - penyakit asma
manggalugur - api besar
manggalur - bunyi menderu
mangganang - merasa rindu, kangen
manggani'i - menolong
manggarunum - bersungut
manggiring - mengikut
manggisit/mandisit/gisit - nyaris / hampir saja.
manggurak - mendidih
mangincang - berjalan cepat
mangkir - mengelak
maniwas - menuduh (menyalahkan orang lain)
manjelujuk - rasa hendak muntah
manjul - memantul
manjuur (manyuur) - berlalu pergi
manoh - pendiam
mantuk - balik, cukup
mantuk mara - pergi balik (pulang pergi)
manuala - sangat tua/ lama
manuha'i - menjadi ketua
manumat - usaha memulakan kerja.
manungkali - Betampung tawar ( ritual sebelum memulai suatu acara )
manyalingit – rasa terlalu panas/ pedas
manyapung - mendekut burung
manyinggai - membuka / menyahut
maragat - ikut jalan pintas
maraha - tak apalah! biarlah!
maram - mendung
marancis - terpercik
marangut – masam muka
maras - kasihan
marau - rambut tak berminyak
marawa - menyapa
mariga - kekenyangan makan keluar bunyi
marina - saudara Ibu/ Bapak
marinaan - anak saudara
maririp - menghiiris/memotong halus-halus (sayur-sayuran)
marista - sedih
maritam - pulasan, jenis buah seperti rambutan
mariwa - melihat jerat, perangkap, jaring dsb.
maruwai/miruwai - hubungan antara menantu dengan menantu
maruut - sangat berat
masigit - masjid
matan - dari / asal mula

matuha - bibi tertua
mati/pati - tak berapa
mauk - mabuk
maulah - membuat
maumat - boleh ditarik-tarik (flexible)
maunjun - mancing
maunyut - lentur (seperti per pegas yang ditekan ) / menganjal
mawah - risau, bimbang, susah hati
mawaluhi - menipu
mayu - cukup
mimak - jinak
minek - pening / pusing
mingar - hidung besar
mingsang – sengau
minjangan - rusa
mintuha - mertua
miris - bocor
mitak - hidung penyek
muak - muntah
muar – marah
mucai - tak terurus
mucil - cerewet, tak ikut kata
muha - muka / wajah
muhara - muara / awal / depann
mulong - jelaga / hitam pekat
mulud - maulud
mumui - berdarah dengan banyak
mumut - reput, mudah koyak (kain)
mun/ amun - jika
mungau - tak senonoh
mungkana - kain untuk sholat khusus wanita
mungkung - bentuk cekung
muntung - mulut
muriat - rasa tak enak badan, seperti mau demam
muring - kotor
muru' - cuaca mendung
muyak - jemu / bosan



.: N :.

nahap - teguh, tahan
namuni - menemui
nanar - senantiasa sama, tidak berubah
nandu/pinandu - kenal
nang - yang
nangguh - tebak / agak
napa - kenapa
napa-am - itulah!
naran - betul, benar
nauhan - orang yang serasi bercocok tanam atau berternak, serba jadi
naung - teduh
naya - itu
ngalih - susah
ngaracat - mengecut
ngaran - nama
ngayatap - tak berhenti buat kerja (kerja kecil-kecil)
nginang - makan sirih
nginging - bunyi berdengung ditelinga
ngingir - rasa linu di gigi
nginum - minum
nguliat - mengeliat
ngulintar - curi tulang
ngulintir – terkeseng-keseng
nimbai/timbai - membuang
ninip - amat berhati-hati, teliti
nuheng - membelah dengan kapak
numbi - naik taraf, membesarkan (rumah)
nungkali - menepung tawar ( ritual selamatan )
nyaman - sedap, enak, senang
nyanyat - berulang-ulang, mau lagi
nyarak - api yang besar
nyinggahi - singgah, mampir
nyingga’i - menyahut panggilan




.: O :.

obah - ubah

obat - obat

obeng - obeng

obor- obor

odor - uzur,tua,lemah

ogor - taruhan

ojor - odor

oko - baoko

olah - olah,buat

oleh-koleh

omeh - cerewet

oncom - oncom

onde,onde-onde -(kue)onde-onde

ongkoh - engkoh,tauke

ongkos - ongkos

onta - onta

opor - masakan,pindahkan

otang - hutang

oto - baju oto,tutup dada



.: P :.

paasian - patuh, menurut ( kata orang tua )
pacang - untuk, agar, bakalan
pacul - tanggal
padah - kata, memberitahu, bilang
padak - hidung rasa tersumbat
padar - panaskan
padu - dapur
pagat - putus
paharatnya - dalam keadaan, pas, paling sibuk
pahin = ??

pais - pepes ikan
painjinan - tempat memesin getah keping
pair - seret karena terlalu panjang
pais - ikan/kue dikukus dalam daun pisang
paja - pekasam, di awetkan
pajah - padamkan api
pajal - ditimbun, ditumpuk (kasar)
pakulihan - pendapatan
palak - asap
palingau-palingau - tengok kiri kanan, melihat kebelakang
palilak - buah teratai
palipitan - sisi kain yang dijahit
pamalar - pelit
pamali - berdosa, sesuatu yang dilarang agama
pambarangan - sembrono, menaruh bendaa sesuka hati
pambuong - bahagian tulang atap rumah
pamburisit - penakut
pampah - dilanggar
pampan - lubang yang tertutup
pamuga/ puga - permulaan
pancau - tinggi
panci - periuk
pandal - alas
pandir - berbual
pandit - surut
pandudian - paling terakhir
pang - lah!
pangkih - potongan kayu
panjar - bayar di depan
pantar - sebaya
pantau - lempar
panting - sengat
papaci - kaca
papadaan - sesama kita
papai - dileraikan dari tangkai, dicipratkan
papajangan - tirai penghadang
papajar - pengeras (pengobatan tradisional)
papak - 1. penuh 2. tepuk(tapak)
papari - sayuran
paparujuk - berjalan mundar-mandir tak dapat benda yang dicari
papatin - hari istimewa, andalan
papikang - kelengkang
papikat (pipikat) - ajimat, benda yang dipercaya membawa keberuntungan
parada - bahan berkelip-kelip dibaju/ kertas
paragahan - pura-pura, menunjuk-nunjuk
parak - dekat
parani i - pergi menyusul
parawaan - suka menegur
parayaan/ paraya - tak payah, tak perlu
pariannya - misalnya
paring - buluh
pariyannya - misalnya
parudan - alat untuk memarut kelapa
paruna - cantik, kacak
parung - salai/ bakar
patak - sembunyi
pates - tapis
pati/mati - tak berapa

patis - petis
patuh - kenal
patuhan - kenalan
paung - benih
payat - suara parau
payu - laku

pian - anda
picak - buta
picik - pencet, tekan
piit - bersembunyi
pilai - miring / bengkok / tidak pas posisinya.
pina - seolah-olah
pinandu - kenal
pingkalung - lempar dengan kayu / benda panjang
pingkur - tidak lurus / bengkok
pingkut - pegang
pingsar - menahan rasa yang teramat sakit
pinjung - penjuru, terpencil
pintang/pintangan/ tapintang - mentang-mentang/ kebetulan
pipikangan - pangkal paha sebelah dalam.
pipikat (papikat) - ajimat, benda yang dipercaya membawa keberuntungan
piragah - pura-pura, menunjuk-nunjuk
pirik - di ulek-ulek
piruhut - pegangan kuat supaya tidak terlepas
pirut - miring, tidak pas kedudukannya
pisit - kencang (ikatan), ketat
puang - kosong
pucirin - llimbah dari dari dapur.
puga - baru, yang permulaan
pukah - patah
pukung - bayi dibuaian dalam keadaan duduk
pulang - lagi
pulir - sapu bersih
pumput - pikiran yang mentok.
punah - selesai
pundung - bedung
pundut - bungkus
puntal - digulung(kain)/ ikatan tali
puntalan - gulungan
pupu - daging paha (ayam)
pupudak - nama sejenis kue
pupuh - pukul dengan kayu dll
pupul - patah bahagian atas/ hujung
pupur - bedak
puput - alat untuk meniup api kayu (dapur)
puraca - ular air, perca kain

purici - jorok
puritik - bintik
puritikan - berbintik-bintik
puruk - pakai
purun - tak malu
purut - lurut, lepas.
pusang - keluh kesah, mau marah
pusut - gosok dengan perlahan dan penuh kasih sayang
putik - petik
puyau - sejenis ikan sungai seperti ikan mas.



.: Q :.

Database Bahasa Banjar Balum Tatamu - Belum Terdapat Database Bahasa Banjar


.: R :.

raat - suara serak
raba – sentuh
racap - kerap, selalu, sering
ragap - peluk, dekap
rahai – tanggalkan satu persatu, hancur satu persatu
rahat - ketika, sedang
rajak - tikam dengan benda panjang dan tajam
rakai - rusak
rakat - akrab, akur
rakungan - tenggorokan, jakun
ramba - berdaun lebat, rimbun
rampit - rapat
ranai - senyap, diam tak bergerak
rangat - retak
ranggam - ketam kayu
ranggaman - ketam padi / ani-ani (alat untuk memanen padi)
ranggi - nekad
rangka - lahap macam kelaparan sangat / rakus
ranjah - tabrak
rantang - mangkuk sususn / tingkat
rantas – 1. tetas 2. rentas / robek
rapai - tertanggal dari tangkai
rapas - rapuh, mudah hancur
rapok - rangup
rarawaian - tidur-tidur ayam
rasuk - sesuai
ratik - sampah
raub - himpun dengan tangan
raum - pitam
rawa - sapa
rawis - mengayun benda tajam
ricih - potong kecil-kecil
rigat/ igat - kotor
rigi - rela
rikai - patah dahan
rimbas - menebas dengan parang bengkok
rimbat - rembat, rentap
rimpe - pisang salai
rimpung - tangkap dengan kuat
ringkut - penat karena kerja berat
ripah - patah / cape
ripai - sekah
ripu - terlalu masak / ketuaan (buah)
riwang - koyak/ robek sedikit
ruak - dituang ( bukan benda cair) dari bekas seperti bakul/ dulang
rubui - 1. berlubang karena rapuh 2. ditaburi
rudah - ludah
ruga – lubang besar dalam tanah
ruha - keadaan yang besar, susah hendak diangkat.
ruhui - selesai, berhasil, bisa
rukat - cakar, berkelahi
rumbih - tanah runtuh / longsor
rumpis - keadaan yang koyak dan bocor (spt bakul)
rumpung - ompong
runggut - tarik dengan paksa.
rungkang - berlubang, robek
rungkau - ambil dengan tangan
rungkoi - tangkai (buah-buahan spt anggur)
rungkup - diterkam
rungung - tak berhidung
rupoi - rapuh
ruruk - tumpah / mengeluarkan barang dari suatu wadah.
rurungku(an) - bangsal



.: S :.

sabak - 1. pandangan kabur, 2. tidak teratur / berserakan
sahan - pikul
sahang - lada
sahibar – sekadar
saing - rajin
saki - mengawan
salajur - terlanjur, kebetulan
salawas - selama
salayaan - kerja tak berfaedah
salimput - selimut
salok - kepung
salukut - bakar
salumur -kulit ular
sambadaan - tambahan pula
sambat - sebut, dibicarakan, mengatai orang
samir - mewarnai rambut
sampak - sampai batas (rapat)
sampiluk - daun yang dilipat untuk disikan adonan kue dsb.
sampiyan - anda, kamu (halus)
samparaka - tidak bersyukur, tidak sadar
sampuk - tersambung lagi, bertemu kembali / sua
sampurut - memeluk tubuh karena sejuk
samunyaan - semua
sandal – sendal
sandat - terhenti, tidak bergerak karena suatu keadaan
sandu - buat hal sendiri
sanga - goreng
sangu - bekal
santuk - kena bagian atas karena terlalu tinggi
sapalih - sebagian kecil
sapambarian - artinya "terserah mau dikasih berapa"
saput - selimut
sarak - bercerai suami isteri
sarianan – sehari penuh
sarik - marah
saru - panggil
saruan - undangan, menjemput
sarubung - tenda / tarup, tempat menyediakan masakan bila ada undangan
sasah - kejar
sasain - semakin
sasar - semakin
sasarudup/sasarusup - berlari-lari dalam semak
sasingut/ sisingut - kumis
sasirangan - kain batik banjar ( kain Adar khas suku Banjar )
satayuhnya - dibiarkan bergitu saja tidak dirawat
satumat - sebentar

satumbang - 1. semenjak, 2. sekali saja
saumuran - seumur hidup
saung - laga
sawalas - sebelas
sawat - sempat
sayat - siat, potong
selipang - tarmos, tempat simpan air
selului - yang selalu
sembako - keperluan utama
sigar - segar
sihai - cuaca terang/baik
silang silu – bersilang-silang
silih - ganti pakaian
silip - simpan dengan baik
simbah - tepis
simbur - siram, simbah
simpun - kemas, susun rapi
simpurut - peluk tubuh karena kedinginan
sindu - badan yang tegap
singgang - duduk yang miring / tidak pas kedudukannya
singkai - muka
singkal - otot terasa sakit / pegal / letih
singkum - mengemas benda panjang seperti rambut atau rumput yang menjalar
singlang - juling
sintak - tarik dengan cepat dan paksa
sintar - senter, lampu sorot
sipung - tongkeng ayam
sirau – memadamkan api
sisil – menguliti kulit binatang
sisipuan - tersipu-sipu / malu-malu
sisiur - capung (dragonfly)
suah - pernah
suang - anting-anting, giwang, pearcing
suar - lampu sorot
suduk - tikam / tusuk
sugih - kaya
sulah - dahi luas / bagian kepala yang rambutnya rontok
sulait - terbelit
sulum - masukkan dalam mulut
sulungan - kolong
sumap - kukus
sumpal - tutup lubang (spt botol)
sunduk - kunci (pintu, tingkap)
sungeng - bunyi yang menyakitkan telinga
sungkal - gali
sungkup - menyembunyikan muka / badan
supan - malu
surangan - sendiri
suroi - sisir rambut
susuban - tertusuk benda tajam
sutil - mudah


.: T :.

taarunuh - mengerang menahan kesakitan
tabah – sebesar tapak tangan
tabala - peti mati, keranda mayat
tabarubui - berciciran
tabarukat - terbungkar akar
tabarung - bertembung masa
tabarurut/ tabalurut - terlurut
tabarusuk - terperosok
tabat - empang

tabuk - membuat lobang
tabulaning - terbeliak
tabuncalak - terbeliak
taburahai – terburai
tacabur – terjatuh dalam air
tadas - lut ( tajam)
tadung - ular
tagah - semak, belukar
tagai - dibiarkan tak bertutup/ sengaja ditunjukkan
tagak - nampak seolah-olah
tagaknya - nampaknya, seolah-oleh
tagal - tetapi
tagalimpas - tergelincir
tagipak – tergesel
taguh - kuat, teguh
taguk - telan
tahaba/ tahaga - terjumpa
tahangkang - terkangkang
tahanjat - tersentak
tahur – melunaskan hutang, bayar
tajalak – kelihatan isi dalam
tajalipuk – terjatuh (sedikit kehadapan)
tajarungkup - jatuh tertiarap
tajihing (takujihing) - tterkoyak menampakkan isi
tajuhing - terjujul keluar
tajun - terjun
tajungkalak – terjatuh kebelakang
tajungkang - terbalik/ tertelentang
takai - sentiasa tersedia
takadilup - termasuk kedalam
takalulung - mengecut dan bergulung
takambit - bercantum
takarium - tersenyum
takariup - semakin mengecil
takipik - tersentak ketika tidur (biasanya bayi)
takisir - mengending,
takujajang - lari lintang pukang
takujihing - terkoyak menampakkan isi
takulayak - tercabut kulit
takulibi - mencebekkan muka
takulidas - kulit terluka
takun - tanya
takurihing - tersenyum
takuringis - hendak menangis menahan sakit
takuringsing - berkerut muka kerana menahan sakit
takurisit - perasaan teramat takut
takurusum - berkerut muka kerana menahan sakit
takusasai - terkoyak kulit
takutan - takut
talah - selesai
talam - dulang
talasan - kain basahan
taleh - tembolok

talimpuh - bersimpuh
talu - tiga
talukup - tertiarap
taluwalas - tigabelas
tamam - teguh
tambal - tampal
tambarungan - tempat mengisi ikan tangkapan
tambirau/ timbirau - sergah
tampaian - kelihatan
tampirai - alat menangkap ikan, macam lukah
tampiyaan - bengkak pada bahagian pangkal paha.
tampuluan - kebetulan
tampur - ditiup (angin)
tamur - pecah berkecai
tanai - tadah
tandar - alihkan dengan menolak
tandik - menari
(ta)tandak - berkumpul dibawah (air)
tandu - usung
tangat - tegah, larang
tanggalung – tenggiling
tanggar - letak diatas tungku
tangguh - teka
tanggui - tutup kepala/ topi
tangking - tangkai
tangkoi - topi
tangkur - ketuk
tantadu - belalang mentadu
tantan - berulang-ulang
tantaran – Pancing

tapai - tape
tapak - tepuk
tapakalah - dikalahkan
tapal - ditutupi
tapaling – terbalik, atas jadi bawah, depan jadi belakang
tapalurut, tabalurut, tabarurut
taparangguh - keliru
taparaung - Bersamaan
taparunuk - bahagian badan yang agak gemuk
tapas - cuci kain
tapasan - kain cucian
taperancing - terpercik
tapih - kain sarung
tapintang - kebetulan/ mentang-mentang
tapuracik - terpercik

tarai - coba
tarait - berkait
taruhan - judi
taruhi - membayar
tarukoi/taparukoi - pendapat sama
tasalait – terbelit
tasalihu - keseleo
tasarungku - terjatuh ketika berlari
tasmak - cermin mata
tataguk - burung hantu
tatai- disusun sebelah menyebelah
tatakang - tidak bisa bergerak
tatamba -obat
tatangkun - para-para
tatangkut - angkut-angkut (sejenis serangga rupa macam tebuan)
tatawa - ketawa
tating - diacungkan
taukung - terkurung karena sesuatu keadaan
tawak - lempar
tawas - obat air
tawing - dinding
tawir - kain penghadang, langsir
tayur - pancurkan
tihang - tiang
tiharap - tiarap
tihir - habiskan sampai kering
tiis - air yang semakin susut
tikap - lekat pada dinding
tikil - benda kecil yang menyebabkan permukaan tak rata.
tikin - tekan
timbai - campak
timbuk - timbus

timpang - alat menangkap ikan, lukah
timpas - tatak dengan parang panjang
timpel - benda di sangkut kan
tingka - timpang
tingkau - tinggi
tingkaung - merangkak
tingkung - tangan tak lurus
tinjak - tendang dengan kaki
titik - membuat/membaiki parang /pisau
titir - berulang-ulang
tiwadak - cempedak
tiwas - tuduh
tuangan - bekas cetak
tubal - warna kain bertompok-tompok
tugal - membuat lubang untuk menanam benih
tugul - tekun
tuha - tua
tuhing – memotong kayu (benda keras) dengan kapak/ parang
tuhuk - banyak sekali
tukar - beli

tukul - palu
tukup - tutup
tulak - pergi
tulau - warna yang tidak rata

tumang - berlubang
tumatan - sejak itu
tumbar - heboh
tumbi - tambah,
tumbung – bagian
tumbung nyior – bahagian dalam kelapa ……
tumbur - banyak orang yang tahu
tumbus - tembus
tumpang – bertindih
tungap - makan dengan mulut
tungkal - tepung tawar
tungkaran - halaman rumah
tungkih/ tuhing - dikapak
tungkup - ditutup dengan tudung
tunjul - tolak
tunti - turut, susul
tuntom - teguk, gogok
tuntung - selesai
tunu - mencucuh
tureng - berjalur
tutoi - ketuk
tutok - tumbuk (macam tumbuk sambal)
tutuh - memotong dahan pokok
tuup/ tuhup - tutup
tuyuk – longgok


.: U :.

udak - mengolah makanan di aduk
udal - punggah.
udap - percikan ikan pada permukaan
udar - keroyok
ugah - alih
ugai - mencari sesuatu sampai ketemu
uhu - tidak ada kualitas
uji - manja
ukang – gigit
ulai - pusing
ulihan - pendapatan
ulun - saya
uma - mama
umai - amboi
umbas - buas
umpah - boros
umpat - ikut
una - luak
unda - saya
undam - besen/ dulang kecil
unduh - mengambil buah dengan dipanjat, digoyang sampai jatuh.
ungah - menunjuk-nunjuk kesukaan
ungal - bergerak
ungap - buka mulut
unggal - tidak teguh, bergoyang
ungkai - 1. membetulkan kekusutan, 2. menunjukkan benda yang tersembunyi
ungkap - buka
ungkoi - keadaan badan yang sudah tua
ungkong-ungkong - duduk termangu-mangu
ungkosi - menanggung perbelanjaan
ungut - ter menung
unjuk - beri
unjun - pancing
unjut - jauh dipedalaman
unjut-unjut - terhenjut-henjut
untal - makan dengan cara terus telan
unyai - mengacak-acak rambut
upal - sudah banyak di nasehati
upang - bersandar/ berpegang
upong - sundang kelapa
urah - ejek
urak - buka

urang - orang
urangan - patung untuk menakutkan burung disawah
urik - rintik.
uroi - menjemur padi di matahari
utau - bahasa isyarat
utoh - nama gelaran bagi lelaki
uyah- garam
uyuh - lelah


.: V :.

Database Bahasa Banjar Balum Tatamu - Belum Terdapat Database Bahasa Banjar

.: W :.

wadah- tempat untuk sayur

wadai - kue yang dibuat dari tepung

wajan- tempat untuk memasak

wajik- makanan yang dibuat dari ketan

wala - nakal, bandel

wani - berani

warik- binatang kera / munyit

wasi - besi

wadak - kasay

wagas - sembuh

wagil - sering

waham - salah sangka,keliru

wahana - alamat,pertanda

wahin - bersin

waja - baja

wakar - penjaga,satpam

wakas - akhi

walang - batal

walar - lumayan,mending

walatih - ulatih

walatung - rotan besar

walih - pasti

walik - ayam berbulu keriting

waluh - labu

walut - belut

wancuh - sendok nasi

wangsul - keluar,muncul

wani - berani

wanyi - lebah (madu)

wapak -ajimat

warah - olok- olok

warang - besan

waras - sembuh

wayah - zaman

widay - kere,tirai

wihang - rahang

wilanja - belanja

wisa - bisa

.: X :.

Database Bahasa Banjar Balum Tatamu - Belum Terdapat Database Bahasa Banjar


.: Y :.

yahudi - yahudi

yaitu - begitu

yakin - yakin

yaksa - raksasa

yakut - (permata)yakut

yamin - lagi

yasin - (surah)yasin

yat - lihat

yato - ya begitu,yaitu

yota - juta



.: Z :.

Database Bahasa Banjar Balum Tatamu - Belum Terdapat Database Bahasa Banjar